Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPRD NTB dorong perbankan perluas pembayaran QRIS di desa wisata

📅 Senin, 03 Mar 2025, 16:10 WIB | Oleh:
DPRD NTB dorong perbankan perluas pembayaran QRIS di desa wisata Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Barat Sitti Ari.

Mataram -- Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong  perbankan untuk memperluas penggunaan sistem pembayaran berbasis QRIS agar mempermudah wisatawan saat berbelanja di desa wisata.

"Tentunya bagaimana pihak bank untuk mensosialisasikan QRIS terhadap UMKM, karena repot juga (pembayaran tunai)," kata Anggota Komisi V DPRD NTB Sitti Ari dalam pernyataan di Mataram, Minggu.

Ari mengungkapkan pengalamannya beberapa kali berbelanja ke tempat wisata yang tidak menyediakan pembayaran mobile menggunakan kode QR tersebut.

Menurut dia, pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan kehadiran teknologi berupa pembayaran menggunakan QRIS. Apalagi orang-orang saat ini semakin jarang membawa uang di dalam dompet saat berpergian ke luar rumah.

Keberadaan ponsel pintar membantu orang-orang menyelesaikan segala bentuk pembayaran.

"Saya kadang (mengajak) ayo makan, ternyata saya tidak bawa uang tunai dan ternyata di sana tidak ada QRIS kan repot kita harus utang. Malu dong kita sudah ajak orang datang ke sini, terus tidak mentraktir," kata Ari.

Nusa Tenggara Barat memiliki 275 desa wisata yang tersebar di delapan kabupaten dan dua kota di wilayah tersebut. Jumlah desa wisata terbanyak berada di Kabupaten Lombok Timur yang mencapai 88 desa wisata.

Salah satu desa wisata yang belum menerapkan sistem pembayaran digital ada di desa wisata Kebon Ayu yang berlokasi di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Desa Kebon Ayu merupakan kampung budidaya melon modern yang memiliki banyak stan kuliner lokal. Sistem pembayaran di sana masih mengedepankan pembayaran uang tunai.

Merujuk data Bank Indonesia per Januari 2025, jumlah pengguna QRIS di Nusa Tenggara Barat mencapai 481.333 pengguna dengan nilai transaksi sebesar Rp253,70 miliar.

Bank Indonesia menyatakan kebijakan dan inovasi QRIS diarahkan sebagai pintu masuk ke ekosistem digital bagi UMKM untuk mendukung inklusifitas dan konektivitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.