Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Provinsi Bali Meluncurkan Tema Bulan Bahasa Bali 2026 usai Sukses di 2025

📅 Minggu, 02 Mar 2025, 20:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Provinsi Bali Meluncurkan Tema Bulan Bahasa Bali 2026 usai Sukses di 2025 Doc: ANTARA
Ket. Tangkap layar Gubernur Bali, Wayan Koster, saat meletakkan tunas teratai peluncuran tema Bulan Bahasa Bali Ke-8 Tahun 2026, Denpasar, Minggu (2/3/2025).

DENPASAR– Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan tema Bulan Bahasa Bali 2026 setelah sukses dilaksanakan tahun ini.

“Penutupan ini sekaligus meluncurkan tema Bulan Bahasa Bali Ke-8 Tahun 2026 dengan tema Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa, becik pisan (bagus sekali),” kata Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam siaran Pemprov Bali di Denpasar, Minggu (2/3).

Dalam penutupan Bulan Bahasa Bali 2025 itu, Gubernur Koster menyampaikan rasa bangganya atas kesuksesan penyelenggaraan tahun ini, apalagi dia dapat melihat langsung remaja Bali mengikuti lomba debat berbahasa Bali.

“Sengaja saya minta Pak Kadisbud coba tampilkan debat dalam bahasa Bali, ternyata bagus sekali.Kita boleh mengikuti arus modernisasi, tapi budaya harus tampil kuat sekuat-kuatnya, Astungkara tadi apa yang kita khawatirkan terjawab, ada yang jago debat tadi bagus, yang nyanyi juga bagus,” ujarnya.

Koster mengatakan gelaran Bulan Bahasa Bali ini telah dan akan rutin selenggarakan untuk menguatkan karakter dan menjaga tradisi.

Dia mengingatkan bahwa Pemprov Bali telah melaksanakan Bulan Bahasa Bali secara rutin sejak 2019, ini dimulai dari kekhawatiran anak-anak muda meninggalkan bahasa, aksara, dan tradisi Bali karena gempuran teknologi.

“Di sekolah harus berbahasa Indonesia, di tempat kerja karena kebutuhan kantor harus berbahasa asing, dan di rumah karena kebiasaan di luar juga semakin sedikit yang komunikasi berbahasa Bali.Saya juga mencatat di rumah ada pakai mami papi bahkan mother, lupa sama meme dan dadong,” kata dia.

Berangkat dari sana, Gubernur Bali berkomitmen melestarikan kebudayaan dalam program prioritasnya, mulai dari membentuk Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Selain itu, ada pula Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Peluncuran tema tahun 2026 sendiri menyusul kesuksesan Bulan Bahasa Bali Ke-7 Tahun 2025 ini yang bertema Jagat Kerthi: Jagra Hita Samasta.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali I Gede Arya Sugiartha menyampaikan kegiatan yang berlangsung 1 Februari–1 Maret 2025 ini telah diikuti oleh 1.487 dari 1.500 desa adat serta 667 dari 716 desa/kelurahan se-Bali.

“Dari 152 SMA, sebanyak 131 sekolah melaksanakan Bulan Bahasa Bali tahun ini, yang menggembirakan, SMK dan SLB seluruhnya berpartisipasi melaksanakan Bulan Bahasa Bali tahun ini,” ujar Arya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan, seperti perlombaan, dimana Pemprov Bali menggelar 12 lomba dengan 805 peserta, yang paling menarik tahun ini Disbud Bali banyak memanfaatkan media sosial dan akhirnya mendapat dua juta penonton pada konten Instagram dan Facebook.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.