Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Temukan 7 Suspek Leptospirosis

📅 Jumat, 28 Feb 2025, 20:09 WIB | Oleh:
Dinkes Temukan 7 Suspek Leptospirosis Doc: ist
Ket. tikus

TANGERANG - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten menemukan tujuh kasus suspek leptospirosis atau bakteri dari kencing tikus di Kecamatan Batuceper, Jatiuwung dan Neglasari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggraeni dalam keterangan di Tangerang, Jumat, mengatakan saat ini tujuh kasus suspek leptospirosis sudah ditangani.

"Melalui puskesmas setempat juga telah dilakukan screening kasus leptospirosis yang melibatkan dokter, perawat, dan analis kesehatan,” katanya.

Ia menegaskan kasus ini harus diwaspadai seluruh warga Kota Tangerang, karena penularan melalui tikus.

Ia mengingatkan pentingnya masyarakat setempat secara serius menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, baik di dalam rumah maupun sekitar tempat tinggal

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira ini dapat menyerang siapa saja yang terpapar urine atau darah hewan terinfeksi. Salah satunya adalah tikus. Kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan upaya untuk mengurangi risiko penyakit leptospirosis ini.

Leptospirosis ditularkan melalui urine yang terinfeksi, melalui invasi mukosa atau kulit yang tidak utuh. Infeksi dapat terjadi dengan kontak langsung atau melalui kontak dengan air atau tanah yang tercemar atau terkontaminasi bakteri leptospira.

Penyakit ini tersebar di seluruh dunia, dengan perkiraan kejadian tahunan sebesar 1,03 juta kasus dan 58.900 kematian. Insiden yang tinggi ditemukan di negara dengan iklim tropis dan sub-tropis, khususnya di negara-negara kepulauan dengan curah hujan dan potensi banjir yang tinggi.

Gejala klinis leptospirosis pada manusia mirip dengan penyakit demam akut lain, seperti demam typhoid, dengue dan malaria. Apabila tidak segera diobati, dapat menyebabkan gejala berat dan gagal organ,.

Ia mengatakan 39 puskesmas di Kota Tangerang dapat menangani kasus leptospirosis dengan tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai.

“Dengan itu, masyarakat Kota Tangerang tak perlu ragu melakukan pemeriksaan jika gejala mulai terasa. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat tertangani dan risiko terparah dapat diminimalisir dengan maksimal,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.