Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump akan Mengakhiri Kontrak Minyak Chevron dengan Venezuela

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 21:58 WIB | Oleh:
Trump akan Mengakhiri Kontrak Minyak Chevron dengan Venezuela Doc: Istimewa
Ket. Presiden Donald Trump menandatangani serangkaian perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (26/7) mengatakan membatalkan kebijakan era Joe Biden yang memungkinkan perusahaan energi AS, Chevron beroperasi di Venezuela. 

Dilansir oleh Fox Business, Trump merinci keputusan tersebut dalam unggahan panjang di Truth Social, yang menyatakan bahwa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro tidak menepati janjinya.

"Dengan ini kami membatalkan konsesi yang diberikan Joe Biden yang curang kepada Nicolás Maduro, dari Venezuela, terkait perjanjian transaksi minyak, tertanggal 26 November 2022, dan juga terkait dengan persyaratan elektoral di Venezuela, yang belum dipenuhi oleh rezim Maduro," tulis Trump.

"Selain itu, rezim tersebut tidak mengangkut kembali para penjahat kejam yang mereka kirim ke Negara kita (Amerika Serikat yang Baik) ke Venezuela dengan kecepatan yang telah mereka setujui," tambahnya.

"Oleh karena itu, saya memerintahkan agar "Perjanjian Konsesi" Biden yang tidak efektif dan tidak terpenuhi dihentikan mulai tanggal 1 Maret. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" lanjut Trump.

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez menggambarkan keputusan tersebut sebagai "tidak dapat dijelaskan" dalam sebuah pernyataan di Telegram, dengan alasan bahwa itu adalah "keputusan yang gagal."

"Pemerintah AS telah membuat keputusan yang merusak dan tidak dapat dijelaskan dengan mengumumkan sanksi terhadap perusahaan AS Chevron," kata Rodriguez.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio,  kemudian mengatakan lewat X bahwa ia akan memberikan panduan kebijakan luar negeri untuk menghentikan semua lisensi minyak dan gas era Biden "yang secara memalukan membiayai rezim Maduro yang tidak sah."

Chevron mengekspor sekitar 240.000 barel minyak mentah per hari dari operasinya di Venezuela, lebih dari seperempat seluruh produksi minyak negara itu.

Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, Trump telah berulang kali mengatakan bahwa AS tidak membutuhkan minyak Venezuela dan membuka kemungkinan pencabutan izin operasi Chevron.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump menerapkan kebijakan sanksi "tekanan maksimum" terhadap pemerintahan Maduro, terutama menargetkan bisnis energi Venezuela.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.