Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertambahan Penduduk dan Penyusutan Lahan Bisa Memacu Krisis Pangan

📅 Sabtu, 22 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Bagi saya, penting menaikkan tarif impor pangan. Ini langkah strategis yang dapat membantu meningkatkan daya saing produk lokal, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendukung pembangunan pertanian domestik,” kata Muliarta.

Pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan dengan cermat agar dapat mengoptimalkan potensi sektor pertanian sehingga benar-benar bisa mengendalikan pangan global.

Peningkatan tarif impor ujarnya membuat petani bergairah untuk meningkatkan produksi, karena pemerintah membantu menciptakan lingkungan yang lebih adil bagi petani lokal.

“Dengan adanya tarif yang lebih tinggi, produk impor akan menjadi lebih mahal, sehingga konsumen cenderung memilih produk lokal yang lebih terjangkau,”ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.