Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perang Dagang, RI Berisiko Dibanjiri Produk Tiongkok

📅 Senin, 10 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perang Dagang, RI Berisiko Dibanjiri Produk Tiongkok Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti memperingatkan kebijakan tarif tinggi yang dibuat Presiden AS, Donald Trump bakal berpengaruh ke Indonesia.

JAKARTA -Perang dagang antara dua kekuatan ekonomi besar dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, lambat laun akan berdampak ke Indonesia. Pasar domestik berisikio dibanjiri produk asal Tiongkok yang tengah mencari pasar baru di luar AS.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti memperingatkan kebijakan tarif tinggi yang dibuat Presiden AS, Donald Trump bakal berpengaruh ke Indonesia.

"Produk Tiongkok tidak bisa dijual ke AS, maka akan mencari pasar baru. Bisa jadi membanjiri pasar Indonesia," ucapnya kepada Koran Jakarta, Minggu (9/2).

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu menjelaskan kebijakan tarif tinggi itu sebenarnya ditujukan kepada Tiongkok yang merupakan mitra dagang utama Indonesia. Namun, pada akhirnya bakal berdampak pada perekonomian Tiongkok.

"Jika ekonomi Tiongkok terganggu, maka kinerja perdagangan Indonesia dengan Negeri Tirai Bambu juga bakal terdampak," ujarnya.

Adapun Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia. Selain produk Tiongkok bakal membanjir RI, imbas lainnya adalah pelambatan ekomomi Negeri Panda. Kondisi itu bakal risiko pelambatan ekspor RI.

Senada, Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda memperkirakan kebijakan tarif tinggi AS bisa berdampak terhadap ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam. AS merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama produk Indonesia setelah Tiongkok.

Terkait laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) soal tak adanya dampak perang dagang bagi RI, Huda menilai dampaknya secara tidak langsung bakal dirasakan.

"Kebijakan tarif tinggi bisa memperlemah permintaan barang Tiongkok ke AS. Dampaknya adalah permintaan produk Indonesia ke Tiongkok dimana sebagian besar adalah bahan baku atau komoditas, akan melemah," jelas Huda.

Diversifikasi Pasar

Selain itu, jika mengandalkan ekspor ke Tiongkok, surplus perdagangan akan melemah. Neraca perdagangan Indonesia berpotensi terancam defisit. "Maka penting bagi Indonesia membuka pangsa pasar baru. Timur Tengah, Afrika bagian selatan, hingga Amerika Selatan bisa menjadi pasar potensial bagi produk kita," ucap Huda.

Seperti diketahui, DEN menyampaikan laporan mengenai kajian dampak kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump terhadap sejumlah sektor di Indonesia. Laporan DEN itu diterima Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/1).

Anggota DEN, Septian Hario Seto dalam keterangannya mengatakandiskusi berfokus pada potensi dampak kebijakan pemerintahan Trump di berbagai sektor, khususnya perdagangan dan ekonomi. DEN, jelas Seto, telah mengkaji berbagai aspek kebijakan Trump yang berpotensi mempengaruhi Indonesia, termasuk kebijakan tarif perdagangan, kebijakan imigrasi, serta dampak positif dan negatifnya terhadap ekonomi nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada DEN untuk menindaklanjuti analisisnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.