Indef: Kebijakan Tarif Tinggi Trump Berdampak Negatif bagi Indonesia
Sabtu, 08 Feb 2025, 06:48 WIBJAKARTA-Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti menegaskan, kebijakan tarif tinggi yang dibuat Presiden AS, Donald Trump bakal berpengaruh ke Indonesia.
"Kebijakan tarif tinggi dari Trump, akan memberikan dampak negatif dan risiko bagi ekonomi Indonesia,"urai Esther di Jakarta, Sabtu (8/2).
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu menjelaskan, kebijakan tarif tinggi itu sebenarnya ditujukan kepada Tiongkok yang merupakan mitra dagang utama Indonesia, namun pada akhirnya bakal berdampak pada perekonomian Tiongkok.Â
"Jika ekonomi Tiongkok terganggu, maka kinerja perdagangan Indonesia dengan Negeri Tirai Bambu juga bakal terdampak,"ujarnya.
Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia, sehingga yang terjadi di mereka berdampak ke kita, ada risiko ekspor melambat.Â
Hal lainnya, karena produk Tiongkok tidak bisa dijual ke AS, maka akan mencari pasar baru. Bisa jadi membanjiri pasar Indonesia.
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan laporan mengenai kajian dampak kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump terhadap sejumlah sektor di Indonesia.Â
Laporan DEN itu diterima Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/1) sore.Â
Anggota DEN, Septian Hario Seto dalam keterangannya mengatakan bahwa diskusi berfokus pada potensi dampak kebijakan pemerintahan Trump di berbagai sektor, khususnya perdagangan dan ekonomi. âKami dari Dewan Ekonomi Nasional baru saja diterima oleh Presiden Prabowo dengan agenda utama memberikan laporan dan rekomendasi terkait bagaimana sikap Indonesia dalam menghadapi pemerintahan Trump yang baru ini,â kata Seto kepada wartawan usai pertemuan.
DEN jelas Seto telah mengkaji berbagai aspek kebijakan Trump yang berpotensi mempengaruhi Indonesia, termasuk kebijakan tarif perdagangan, kebijakan imigrasi, serta dampak positif dan negatifnya terhadap ekonomi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada DEN untuk menindaklanjuti analisis yang telah dilakukan.âBapak Presiden sudah memberikan arahan-arahan pada kami untuk menindaklanjuti laporan ini,â tambah Seto.
Turut hadir dalam kesempatan yang sama, anggota DEN lainnya, Chatib Basri yang menekankan bahwa ketidakpastian kebijakan masih terjadi di Amerika Serikat, mengingat belum semua posisi dalam kabinet pemerintahan Trump terisi.
âKarena ketidakpastian dari kebijakan itu masih terjadi di Amerika Serikat mengingat belum semua pos dari menterinya itu sudah terisi. Jadi ini akan memakan waktu sehingga dinamika itu pasti akan terjadi,â kata Chatib.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, DEN katanya terus memantau perkembangan kebijakan pemerintahan Trump dan dampaknya terhadap Indonesia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
F&B ID Nobatkan Tea-rista Terbaik Indonesia 2026 Lewat Chatime Tea-rista Competition
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
Gebrakan Baru Donald Trump, Tuding Tiongkok Campur Tangan dalam Pemilu 2020
-
Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan
-
Nyesek! Sempat Kejar Dua Set, Timnas Voli Putra Indonesia Malah Kena Hajar Kamboja di Final!
-
Harga Cabai Rawit Rp57.250/Kg, Telur Ayam Rp20.550/Kg Per Sabtu Pagi
-
Pemkot Tangerang Selatan Perkuat Layanan Kesehatan Ibu guna Tekan Kasus Stunting
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.