Pemerintah Harus Berantas Premanisme Guna Memacu Investasi
📅 Jumat, 07 Feb 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiBiaya Mahal
Sementara itu, peneliti ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan keresahan HKI itu sebagai bukti ada masalah krusial dalam upaya meningkatkan investasi. Bukan di masalah tenaga kerja, tetapi dari pengutan tidak perlu seperti pungutan ormas.
“Pungutan seperti ini yang membuat biaya investasi di Indonesia menjadi mahal,”tegas Huda.
Kalau biaya ekonomi mahal, investor malas datang ke Indonesia. Bukan hanya ormas yang minta uang preman, tetapi birokrasi juga masih terjadi. Padahal kawasan industri perlu tenant untuk mengisi kawasan mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!