Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenapa Penyaluran Bansos Ditunda? Ini Penjelasan Bapanas

📅 Rabu, 05 Feb 2025, 18:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kenapa Penyaluran Bansos Ditunda? Ini Penjelasan Bapanas Doc: Bapanas
Ket. Kepala Bapanas/NFA, Arief Prasetyo Adi mengatakan, bantuan pangan beras dan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sementara di hold selama panen raya sampai panennya selesai, supaya harga gabah petani optimal diserap di harga Rp.6.500 per kilo gram

JAKARTA – Dalam mempersiapkan momentum panen raya padi tahun ini, salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah dengan melakukan penundaan sementara program Intervensi perberasan yang dilaksanakan melalui Perum Bulog. Ini perlu diterapkan agar harga di tingkat petani tetap terjaga selama masa panen padi yang sedang meningkat. Di sisi lain, harga di tingkat konsumen saat pasokan melimpah, maka akan stabil dengan sendirinya.

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengelaborasikan hal tersebut dalam wawancara cegat bersama para pewarta di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Rabu (5/2). Ia katakan penundaan ini hanya sementara sampai panen raya usai dan ketika Indonesia mengalami masa paceklik, maka program intervensi perberasan akan kembali digelontorkan.

"Jadi bantuan pangan beras dan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sementara di hold selama panen raya. Berdasarkan Rakortas terakhir, kita hold dulu bantuan pangan dan SPHP sampai panennya selesai, kemungkinan panen raya itu sampai April. Cita-cita kita kan supaya harga gabah petani optimal diserap di Rp 6.500 per kilogram," ungkapnya.

"Jangan kita gelontorkan terus, nanti harga gabahnya malah turun saat panen raya. Kalau misalnya panennya banyak, maka harga pasti terkoreksi, tapi kita ingin tidak terlalu rendah di petani. Nah pas paceklik, baru kita gelontorkan lagi. Saat digelontorkan, tentu harga berasnya bisa lebih terkendali," jelas Arief.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat rerata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sepanjang 2024 paling rendah terjadi di bulan April dengan harga Rp 5.686 per kilogram (kg). Sementara untuk rerata harga beras medium selama tahun 2024 berada di titik terendah pada Mei di harga Rp 12.071 per kg. 

Patut diketahui, bulan April dan Mei merupakan puncak panen raya padi pada tahun 2024. Menurut BPS, produksi beras di April 2024 berada di angka 5,38 juta ton dan Mei 2024 di 3,71 juta ton. Dus, mengacu historis tersebut, pemerintah saat ini ingin lebih menjaga kualitas harga petani tatkala panen raya berlangsung.

"Langkah ini juga agar Bulog bisa fokus dalam penyerapan karena kita mau serap sampai 3 juta ton setara beras. Tapi juga bukan karena masalah anggaran. Justru anggarannya dipakai untuk fokus serap hasil panen raya di tahun ini. Kita harus dorong produksi dalam negeri supaya ketergantungan impor kita berkurang," tegas Arief.

"Kebijakan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) sudah merupakan perintah Bapak Presiden Prabowo. Jadi semua harus menjalankannya, termasuk swasta, harus bantu petani kita. Jangan petani itu selalu mendapatkan harga yang di bawah. Ini waktunya petani kita angkat supaya kesejahteraannya naik sedikit demi sedikit," pungkas Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.

Dalam publikasi 'Hasil Survei Pertanian 2024' yang dirilis BPS pada 24 Januari lalu, memaparkan bahwa selisih antara rerata nilai produksi dengan rerata biaya produksi dari petani perorangan tanaman padi dapat berada di angka Rp 11,082 juta atau 72,49 persen dari total biaya produksi. Angka tersebut cukup menggembirakan dan perlu terus bertumbuh demi pencapaian swasembada pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.