- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bart De Wever Dilantik seb...
Bart De Wever Dilantik sebagai PM Baru
Selasa, 04 Feb 2025, 02:45 WIBBRUSSELS â Tokoh politisi konservatif Bart De Wever pada Senin (3/2) dilantik sebagai perdana menteri baru Belgia, setelah mencapai kesepakatan pelik koalisi yang menggerakkan politik negara itu ke arah haluan kanan.
Disepakati pada Jumat (31/1) malam setelah tujuh bulan negosiasi yang berliku-liku, kesepakatan tersebut menjadikan De Wever sebagai sosok nasionalis pertama dari Flanders yang berbahasa Belanda yang ditunjuk sebagai perdana menteri Belgia.
Sebagai seorang pemimpin yang koalisinya telah berjanji untuk menindak tegas migrasi ilegal, naiknya De Wever ke tampuk kekuasaan memperkuat pergeseran politik sayap kanan yang nyata dalam politik Eropa.
Partai-partai berhaluan kanan keras, yang sering kali menunggangi sentimen antiimigran, tampil kuat dalam pemilihan Parlemen Eropa tahun lalu, dan menduduki puncak perolehan suara nasional dan regional baru-baru ini di Austria, Jerman, dan Belanda.
De Wever, 54 tahun, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menarik kembali seruan agar Flanders menjadi negara merdeka, mengambil sumpah jabatan di hadapan Raja Philippe, dalam sebuah upacara di istana kerajaan di Brussels.
Dari sana, ia langsung menuju pertemuan para pemimpin Uni Eropa yang beberapa blok jauhnya, untuk membicarakan pertahanan dan hubungan transatlantik.
"Dan sekarang saatnya bekerja," tulis pemimpin baru Belgia itu di media sosial X, disertai foto pelantikannya.
Diskusi Alot
Terbagi antara komunitas yang berbahasa Prancis dan Belanda dan dengan sistem politik yang sangat kompleks, Belgia memiliki rekam jejak yang tidak menyenangkan berupa diskusi koalisi yang alot hingga mencapai 541 hari pada tahun 2010-2011.
Kali ini, lima kelompok berupaya membentuk koalisi setelah pemilu bulan Juni yang gagal menghasilkan mayoritas yang jelas, dengan pembicaraan yang dipimpin oleh partai konservatif Nieuw-Vlaamse Alliantie (N-VA) pimpinan De Wever yang mengklaim kursi terbanyak.
Pemerintahan baru menyatukan tiga partai dari Flanders yang berbahasa Belanda: N-VA pimpinan De Wever, Partai Demokrat Kristen yang berhaluan tengah, dan Partai Vooruit yang berhaluan kiri. Selain itu juga dimasukkan dua gerakan dari Wallonia yang berbahasa Prancis: Les Engages yang berhaluan tengah dan Gerakan Reformis yang berhaluan kanan-tengah.
Bersama-sama, mereka memegang mayoritas 81 kursi di parlemen Belgia yang berjumlah 150 kursi.
N-VA pimpinan De Wever sudah menjadi bagian dari koalisi penguasa berhaluan kanan antara tahun 2014 dan 2018. De Wever yang merupakan Wali Kota Antwerp sejak 2013, telah mendorong pemotongan tunjangan sosial dan reformasi pensiun yang telah memicu penentangan dari serikat buruh.
Kini ia menggantikan Perdana Menteri Alexander De Croo yang akan lengser, yang koalisi tujuh partainya memerlukan waktu 493 hari yang sulit untuk bangkit kembali dari krisis politik pada tahun 2019-2020. De Croo sendiri tetap menjabat sebagai pemimpin sementara setelah pemilu bulan Juni. AFP/I-1Â
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Lalin Arah Jakarta di Tiga GT Tol Jabodetabek Meningkat H+3 Natal
-
BTS Dominasi Billboard lewat Album “Arirang” dan Lagu “Swim”
-
DLH Bantul Gencarkan Edukasi dan Penertiban Pengolahan Sampah Ilegal
-
Pemerintah Jamin Cadangan Solar Aman di tengah Ketegangan Global
-
Wisata Malino Terhambat Akses, DPR Minta Infrastruktur Segera Dipercepat
-
Bukan Sekadar Konsolidasi, Wamen UMKM Klaim Holding Perkuat Produk UMKM
-
Dikenal Khasnya Korea, Ginseng dan Taekwondo Ternyata Belum Dapat Status Warisan Budaya Takbenda UNESCO
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.