Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakar: Pengguna Internet Harus Lebih Waspada di Era Teknologi “Deepfake”

📅 Sabtu, 01 Feb 2025, 02:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar: Pengguna Internet Harus Lebih Waspada di Era Teknologi “Deepfake” Doc: AFP/Robert LEVER
Ket. Seorang pakar IT dari AS memperlihatkan contoh video manipulasi dari mantan Presiden Barack Obama yang dibuat dengan menggunakan teknologi “Deepfake” beberapa waktu lalu. Sejumlah pakar pada pertengahan pekan ini menyatakan bahwa di era “Deepfake”

Dalam beberapa pekan  terakhir, sebuah "penipuan asmara" yang menjadi sorotan di Prancis, di mana seorang perempuan  menyumbangkan 830.000 euro, atau penggalangan dana palsu untuk korban kebakaran Los Angeles, menunjukkan semua orang, baik individu maupun bisnis, merupakan target serangan siber, kata pakar keamanan siber Arnaud Lemaire dari firma F5.

Salah satu bentuk serangan siber yang paling terkenal adalah pengelabuan (phishing) yaitu pengiriman email, teks, atau pesan lain dengan alasan palsu. Sebagian besar mencoba membuat pengguna melakukan tindakan seperti mengklik tautan, memasang program berbahaya, atau membocorkan informasi sensitif.

Menurut informasi yang diperoleh operator telekomunikasi Amerika Serikat, Verizon, dari Laporan Investigasi Pelanggaran Data yang menjadi andalan industri, phishing dan sepupunya rekayasa sosial pretexting, secara bersama turut menyumbang lebih dari 20 persen dari hampir 10.000 pelanggaran data di seluruh dunia tahun lalu.

Chatbot kecerdasan buatan (AI) yang didukung oleh model bahasa besar (LLM) menghemat waktu penyerang dan memungkinkan pesan palsu yang lebih rumit, kata Lemaire. Chatbot juga berarti bahwa jika seseorang menulis email phishing, ia dapat menghilangkan petunjuk sepenuhnya yang mungkin mengungkap penutur non-asli bahasa target, imbuh dia.

“Namun generator teks hanyalah puncak gunung es AI. Misalnya, AI dapat memanfaatkan semua data yang telah dilanggar selama beberapa tahun terakhir untuk mengotomatiskan pembuatan penipuan yang sangat personal," ungkap Steve Grobman, Chief Technical Officer di pembuat perangkat lunak keamanan McAfee pada  wartawan Kamis (23/1) lalu.

“Ini adalah sesuatu yang beberapa tahun lalu tidak akan mungkin terjadi tanpa pasukan manusia,” imbuh dia.

Alih-alih menipu secara cepat, penyerang sering kali bertujuan mendapatkan kepercayaan individu tertentu di perusahaan target selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. “Jika seorang karyawan berhasil ditipu, penyerang mungkin menunggu hingga orang ini menjadi sangat berpengaruh atau ada peluang besar bagi mereka untuk memeras uang sebelum mengeksploitasi koneksi tersebut,” kata Martin Kraemer dari firma pelatihan keamanan siber KnowBe4.

Kasus besarnya bisa disaksikan pada Februari 2024 lalu ketika penipu berhasil menggelapkan 26 juta dollar AS dari sebuah perusahaan multinasional di Hong Kong. Polisi mengatakan seorang pekerja keuangan yakin bahwa ia sedang melakukan konferensi video dengan CEO perusahaan dan staf lainnya yang sebenarnya semuanya adalah deepfake yang dibuat oleh AI.

“Video deepfake generasi terbaru telah mencapai titik di mana hampir tidak ada konsumen yang mampu membedakan antara gambar yang dihasilkan AI dan gambar asli,” kata Grobman.

Pengguna internet perlu mulai menerapkan skeptisisme yang sama terhadap video sebagaimana banyak yang sekarang diterapkan terhadap gambar diam di mana “photoshop” telah menjadi banyak digunakan dalam penipuan, imbuh dia.

Jika dihadapkan dengan berita video yang diklaim beredar daring, hal itu bisa semudah memeriksa sumber yang terpercaya.

Dalam komunikasi pribadi, saya hampir bisa mengatakan hal ini amat mudah di mana Anda memiliki kata kunci yang aman. “Anda tinggal berkata pada diri sendiri, ini CEO yang meminta saya melakukan transfer bank sebesar 25 juta dollar AS, dan saya akan menyediakan sesuatu yang pribadi untuk memastikan itu benar-benar dari dia," kata Lemaire dari F5.

Bisnis Menguntungkan

Industri penipuan daring sangat menguntungkan sehingga sama seperti bisnis lainnya, ada rantai pasokan dan ekosistem alat untuk mendukungnya, kata Grobman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.