Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLH Investigasi Kerusakan Ekosistem Perairan Bekasi

📅 Jumat, 31 Jan 2025, 03:45 WIB | Oleh:
KLH Investigasi Kerusakan Ekosistem Perairan Bekasi Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

BEKASI – Dampak aktivitas reklamasi dengan memagari perairan Pal Jaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mulai diinvestigasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

“KLH menduga telah terjadi kerusakan ekosistem perairan tersebut sebagai dampak reklamasi,” tutur Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Dia mengatakan iniusai menyegel perairan Pal Jaya, Kamis (30/1). Kemarin tim KLH telah menyelam untuk meneliti kerusakan. Hanif menjanjikan hari ini akan ada tim yang kembali ­menyelam.

Menurut Hanif, tugas tim penyelam untuk observasi dampak kerusakan komponen ekosistem laut seperti terumbu karang, ikan, dan habitat lain.

Hasil observasi diperkirakan baru akan keluar dalam dua pekan setelah proses penyelaman. Sebab komponen sampel yang diambil akan diteliti terlebih dulu di laboratorium KLH.

Hanif menambahkan, bangunan pagar laut Kabupaten Bekasi ini sudah sepatutnya dibongkar. Pemilik pagar laut juga harus bertanggung jawab atas pemasangan tersebut. “Mereka harus bertanggung jawab. Laut tidak boleh dipagari karena akan mengakibatkan risiko tinggi,” ­katanya.

KLH pada saat bersamaan juga menyegel area reklamasi pagar laut seluas 2,5 hektare milik PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) karena menyalahi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Penyegelan dilakukan dengan memasang spanduk berukuran 1x1,5 meter dan besi sebagai tiang pancang di area reklamasi serta gerbang reklamasi.

Selain pemasangan spanduk, garis segel juga dibentangkan di area reklamasi, termasuk terhadap satu alat berat milik perusahaan. Menteri menegaskan, penyegelan didasari ancaman kerusakan maupun baku mutu ­lingkungan.

“Pemagaran laut perlu disikapi bukan secara reaktif, melainkan melalui kajian ­mendalam terhadap segala potensi data baik citra satelit maupun dokumen administrasi,” ­tandasnya.

Minta Maaf

Sementara itu, Perseroan Terbatas Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (PT TRPN) minta maaf atas pembangunan area reklamasi dengan pagar laut di perairan Pal Jaya, Desa Segarajaya, Kabupaten Bekasi.

Permintaan maaf itu disampaikan kuasa hukum PT TRPN, Deolipa Yumara, merespons pernyataan Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq. Hanif menyebutkan bahwa kegiatan reklamasi tidak sesuai dengan kesepakatan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Perusahaan minta maaf dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kepada siapa pun juga yang tersakiti,” kata Deolipa di lokasi reklamasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.