Gerak Cepat Atasi Pengangguran, Hilirisasi Akan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja

Sabtu, 25 Jan 2025, 01:00 WIB

JAKARTA - Kebijakan hilirisasi yang dijalankan saat ini merupakan cara Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Data dalam 2-3 tahun terakhir menunjukkan investasi yang datang dari sektor hilirisasi mencapai 22-23 persen dari total investasi di Indonesia. Hilirisasi akan menciptakan banyak lapangan kerja.

"Kenapa hilirisasi sangat penting untuk Indonesia agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen? Karena jika kita melihat sejarah, sejak 2 atau 3 tahun lalu, investasi yang datang dari sektor hilirisasi mencapai 22-23 persen dari total investasi di Indonesia,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (24/1).

Ket. Foto: Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM - Tantangan terbesar kami adalah menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. — Sumber: istimewa

Seperti dikutip dari Antara, Rosan mencontohkan dari angka ekspor pada tahun 2017, ekspor nikel ada pada angka 3,3 miliar dollar AS, dan saat ini produk turunan nikel yang diproses di Indonesia, nilai ekspornya melonjak hingga 30,4 miliar doLlar AS.

"Di saat yang sama, kami juga menciptakan lebih banyak tenaga kerja berkualitas di Indonesia,” kata Menteri Rosan.

Sementara itu, Wakil Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard menyoroti pentingnya pemanfaatan bonus demografi yang puncaknya akan terjadi pada tahun 2025.

Oleh karena itu, tambah Febrian, untuk menyiapkan bonus penduduk di usia produktif, pemerintah Indonesia telah merancang strategi transformasi nasional berbasis tiga pilar yaitu sosial, ekonomi, dan pemerintahan.

Transformasi sosial difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan berbasis science, technology, engineering, art, dan mathematics (STEAM) serta penguatan pendidikan vokasi.

Pertumbuhan Baru

Menurut Febrian, hal ini bertujuan menciptakan sektor-sektor penggerak pertumbuhan baru, seperti industri hijau dan ekonomi digital, sementara transformasi pemerintahan diarahkan untuk membangun iklim investasi yang lebih kondusif melalui penyederhanaan regulasi, termasuk penerapan Omnibus Law.

Selain itu, tambah Febrian, pemerintah mencanangkan delapan strategi prioritas (8 Plus 1 Strategies) untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Strategi ini mencakup peningkatan produktivitas sektor agrikultur untuk swasembada pangan, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta percepatan transformasi digital dan investasi di sektor energi terbarukan.

Sebelumnya Rosan mengatakan industri hilirisasi di Indonesia membantu pemerintah dalam menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, khususnya di hadapan bonus demografi.

“Tantangan terbesar kami adalah menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Dengan hilirisasi, nilai tambah, dan industrialisasi ini, kami ingin menciptakan lapangan kerja berkualitas untuk Indonesia,” ujar Rosan.

Berdasarkan pantauan dari kanal resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan menyampaikan tingginya jumlah penduduk Indonesia menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja.

Terdapat dua sisi bonus demografi Indonesia. Bonus demografi menandakan tingginya potensi SDM Indonesia yang bisa berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Akan tetapi, bila pemerintah gagal mengelola kualitas dari SDM maka bonus demografi tersebut tidak akan bisa menunjang perjalanan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Oleh karena itu, industrialisasi diperlukan oleh Indonesia untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, terutama lapangan kerja yang berkualitas,” kata Rosan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.