Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Hilirisasi RI Masih Terlalu Fokus Pada Sektor Midstream

25 Kamis, 23 Jan 2025, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebijakan Hilirisasi RI Masih Terlalu Fokus Pada Sektor Midstream Kebijakan Hilirisasi RI Masih Terlalu Fokus Pada Sektor Midstream Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. Wakil Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Jahen Fachrul Rezki.

Jakarta - Wakil Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Jahen Fachrul Rezki menilai, kebijakan hilirisasi mineral yang dijalankan Pemerintah Indonesia masih terlalu terfokus pada sektor midstream, sementara sektor hulu belum mendapatkan perhatian yang optimal.

Hal itu merupakan salah satu hasil laporan Sector Overview Report on Navigating Opportunities: Nurturing Dynamic Economic Policies in Indonesia.

“Kita masih sangat terfokus ke dalam pembangunan di midstream-nya. Jadi peningkatan jumlah smelter, peningkatan pengolahan di midstream, tapi kita belum terlalu banyak mengevaluasi ataupun melihat lebih dalam bagaimana sih kondisi di upstream-nya,” kata Jahen dalam acara Peluncuran USABC Sector Overview Report on Navigating Opportunities: Nurturing Dynamic Economic Policies in Indonesia, Jakarta, Selasa.

Menurut Jahen, evaluasi pada sektor hulu sangat penting untuk memastikan keberlanjutan cadangan mineral Indonesia dalam jangka panjang.

Kurangnya perhatian pada eksplorasi dan pengelolaan sektor hulu dapat menimbulkan risiko berupa menipisnya cadangan mineral penting. Hal ini juga dapat berdampak pada efektivitas kebijakan hilirisasi dalam jangka panjang.

Selain itu, Jahen menilai minimnya strategi nasional terkait kesiapan sektor hilir untuk menyerap hasil pengolahan mineral di pasar domestik menjadi tantangan tersendiri.

"Memang pemerintah mungkin perlu meningkatkan perhatiannya untuk potensi yang kita miliki di sektor hulu, dan kita juga gak akan hidup selamanya ada anak cucu nanti yang juga perlu untuk mendapatkan manfaat dari kebijakan tersebut.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh US-ASEAN Business Council (USABC) bersama LPEM FEB UI tersebut, Jahen juga menyoroti dominasi perusahaan besar dalam pembangunan fasilitas smelter berskala besar.

Ke depannya, pemerintah perlu mendorong partisipasi perusahaan kecil dan menengah hingga UMKM dalam kebijakan hilirisasi. Hal ini penting untuk memastikan manfaat hilirisasi dirasakan lebih luas.

Selain itu, mekanisme kolaborasi dengan sektor swasta juga perlu diperkuat untuk mengatasi keterbatasan pemerintah dalam hal pendanaan, rantai pasok, dan kapasitas teknis.

Dalam acara tersebut, Jahen memberikan sejumlah rekomendasi untuk optimalisasi kebijakan hilirisasi, di antaranya pertama, meningkatkan fokus pada sektor hulu untuk memastikan keberlanjutan cadangan mineral dalam jangka panjang.

Kedua, mengembangkan peta jalan komprehensif terkait kesiapan hilirisasi setiap komoditas mineral.

Ketiga, mendorong partisipasi UMKM dan perusahaan kecil-menengah dalam mendukung implementasi hilirisasi.

Keempat, memperkuat industri hilir dengan memastikan hasil pengolahan mineral dapat terserap secara optimal di pasar domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Daerah
Pelajar Buleleng Punya Tuga...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.