Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinner dan Swiatek Melaju, Djokovic Terlibat Kontroversi

📅 Selasa, 21 Jan 2025, 06:53 WIB | Oleh:
Sinner dan Swiatek Melaju, Djokovic Terlibat Kontroversi Doc: Vince CALIGIURI / TENNIS AUSTRALIA / AFP
Ket. Novak Djokovic

MELBOURNE - Novak Djokovic kembali menjadi pusat perhatian dalam kontroversi di Australian Open, Senin (20/1). Sementara itu, Jannik Sinner harus mendapatkan penanganan medis di tengah cuaca ekstrem untuk mengamankan tempat di perempat final, dan Iga Swiatek dengan mudah meraih kemenangan.

Namun, perjalanan luar biasa petenismuda asal Amerika Serikat, Learner Tien, harus berakhir setelah cedera paha memaksanya menyerah dalam empat set melawan Lorenzo Sonego asal Italia.

Suhu yang terus meningkat hingga lebih dari 30 derajat Celsius untuk hari kedua berturut-turut menjadi tantangan besar bagi para pemain. Elina Svitolina dari Ukraina berhasil mengalahkan Veronika Kudermetova, namun dia menolak berjabat tangan dengan pemain asal Russia tersebut sebagai bentuk protes atas perang di negaranya.

Di sisi lain, Gael Monfils, suami Svitolina yang berusia 38 tahun, terpaksa mengundurkan diri di babak 16 besar. Juara Grand Slam lima kali, Iga Swiatek, dengan mudah me­ngalahkan Eva Lys dengan skor telak 6-0, 6-1, dalam upayanya meraih gelar Australian Open pertamanya.

Namun, sorotan utama tertuju pada Novak Djokovic. Pada Ming­gu (19/1) malam, dia menolak me­lakukan sesi wawancara di lapangan setelah mengalahkan Jiri Lehecka untuk melaju ke perempat final melawan Carlos Alcaraz.

Djokovic mengungkapkan bah­wa tindakannya itu adalah bentuk protes terhadap Tony Jones, seorang presenter olahraga dari Channel Nine, yang dia tuduh memberikan komentar menghina dan menyerang terhadap dirinya dan para penggemarnya dari Serbia.

Pada Jumat (17/1) lalu, Jones menyebut Djokovic sebagai “pemain usang” dan menambahkan, “Keluarkan dia”.

Djokovic menyatakan bahwa dia tidak akan melakukan sesi wawancara dengan saluran TV tersebut sampai menerima permintaan maaf secara resmi.

Dia kemudian merilis video pendek di platform X untuk menjelaskan posisinya, yang telah dilihat lebih dari 60 juta kali. Video ini bahkan menarik perhatian pemilik platform, Elon Musk. “Lebih baik berbicara langsung kepada publik daripada melalui filter negatif media tradisional,” tulis Musk dalam tanggapannya, yang kemudian dibalas Djokovic dengan singkat: “Benar”.

Kontroversi ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk bintang tenis dunia dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Pada Senin (20/1) pagi, Jones akhirnya meminta maaf secara terbuka di siaran langsung, yang kemudian disambut oleh penyelenggara Australia Open. “Novak mengakui bahwa permintaan maaf telah diberikan secara publik seperti yang diminta, dan kini dia fokus pada pertandingan berikutnya,” demikian pernyataan mereka.

Djokovic bukan orang baru dalam kontroversi di Australian Open. Salah satu yang paling diingat adalah pada2022, ketika dia dideportasi menjelang turnamen karena menolak vaksinasi Covid-19. Tahun ini, ia mengklaim bahwa selama penahanannya sebelum dideportasi, dia “diracuni” oleh timbal dan merkuri dalam makanannya.

Sementara itu pemain unggulan nomor satu dunia, Jannik Sinner, harus mendapatkan perawatan medis dan menghadapi gangguan panjang setelah servis kerasnya merusak net dalam pertandingan melawan Holger Rune. ben/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...
Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

1 jam lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...
Megapolitan
Gardu Induk Gandul Sudah Pu...
Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.