Ancam Interogasi Paksa, Penyelidik CIO Korsel Pertimbangkan untuk Pemanggilan Paksa Yoon Suk-yeol

Selasa, 21 Jan 2025, 05:00 WIB

Seoul - Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) Korea Selatan pada Senin (20/1) mengatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memanggil dan menginterogasi secara paksa Presiden Korsel Yoon Suk-yeol yang sedang ditahan.

Pertimbangan tersebut dilakukan oleh CIO setelah Yoon terus menolak untuk mematuhi penyelidikan penahanan pada dua kesempatan.

Ket. Foto: Foto yang diambil pada 19 Januari 2025 menunjukkan polisi dikerahkan di dekat Pengadilan Distrik Seoul Barat di Seoul, Korea Selatan. — Sumber: Antara/NEWSSIS/HO Xinhua

CIO menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers pada Senin, mengatakan bahwa tindakan seperti melakukan investigasi langsung di pusat penahanan dapat dilakukan, menurut media lokal.

CIO telah memanggil Yoon untuk hadir guna menjalani interogasi pada Senin pukul 10.00 waktu setempat. Namun, tim pengacara Yoon mengatakan sulit baginya memenuhi panggilan tersebut.

Ini merupakan kali kedua Yoon menolak permintaan CIO untuk menjalani interogasi sejak penahanan resminya yang dilakukan oleh petugas keamanan pada Minggu (19/1).

Jika Yoon terus menolak penyelidikan, CIO dapat mempertimbangkan tindakan seperti mengeluarkannya secara paksa dari pusat penahanan untuk diinterogasi atau melakukan interogasi langsung di pusat penahanan, demikian dilansir Kantor Berita Yonhap.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.