Memanas Hubungan Kedua Negara Bertetangga Ini, Bangladesh Panggil Utusan India Soal Pagar Kawat Berduri di Perbatasan
📅 Senin, 13 Jan 2025, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Anadolu
Dhaka - Bangladesh pada Minggu (12/1) memanggil Komisaris Tinggi India di Dhaka untuk memprotes pemasangan pagar kawat berduri, yang dianggap sebagai “pelanggaran hukum internasional.”
Pranay Verma, Komisaris Tinggi India, hadir langsung di Kementerian Luar Negeri Bangladesh untuk memberikan penjelasan terkait pembangunan pagar kawat berduri oleh Pasukan Keamanan Perbatasan India (BSF) di sepanjang perbatasan kedua negara.
Verma dipanggil untuk menyampaikan keprihatinan serius dari pemerintah Bangladesh atas masalah perbatasan tersebut, seperti dikonfirmasi oleh Sekretaris Luar Negeri Md. Jashim Uddin kepada harian Prothom Alo.
Kedua negara bertetangga di Asia Selatan ini berbagi perbatasan darat sepanjang 4.096 kilometer (2.545 mil), salah satu perbatasan darat terpanjang di dunia.
Secara keseluruhan, India telah membangun pagar sepanjang 3.271 kilometer (2.032 mil) di wilayah perbatasannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak jatuhnya mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, pada 5 Agustus dalam sebuah pemberontakan besar yang dipimpin oleh mahasiswa.
Hasina selama ini dikenal sebagai sekutu dekat India.
Dalam pertemuan di Kementerian Luar Negeri, Verma menjelaskan bahwa kedua negara memiliki kesepakatan untuk membangun pagar di perbatasan guna kepentingan keamanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga membahas langkah-langkah dengan pejabat kementerian luar negeri Bangladesh untuk melawan penyelundupan dan infiltrasi ilegal di perbatasan India-Bangladesh.
“Oleh karena itu, India mengharapkan kerja sama Bangladesh dalam pembangunan pagar di perbatasan,” tambahnya.
Pada 3 Desember lalu, Verma juga telah dipanggil untuk memprotes serangan terhadap Konsulat Jenderal Bangladesh di Agartala, ibu kota negara bagian Tripura, India.
Sebelumnya pada Minggu, Penasehat Urusan Dalam Negeri Bangladesh, Letnan Jenderal Jahangir Alam Chowdhury, menyatakan bahwa Verma akan segera dipanggil terkait pembangunan pagar kawat berduri.
Pembangunan pagar kawat berduri oleh BSF dilakukan di area yang, sesuai hukum internasional, melarang pembangunan struktur apa pun, termasuk pagar, dalam radius 150 yard (137 meter) dari garis nol kecuali untuk tujuan pertanian.
Pada saat yang sama, Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) akan mengambil sikap tegas untuk menghentikan pembangunan pagar tersebut, tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!