Serangan Udara Junta Kembali Tewaskan Puluhan Warga

Sabtu, 11 Jan 2025, 02:50 WIB

YANGON - Serangan udara junta Myanmar menewaskan sedikitnya 40 orang di sebuah desa di negara bagian Rakhine barat, kata seorang petugas penyelamat dan kelompok bersenjata etnis minoritas kepada AFP pada Kamis (9/1).

Saat ini Tentara Arakan (AA) terlibat dalam pertempuran sengit dengan militer untuk menguasai Rakhine, tempat mereka telah merebut banyak wilayah dalam setahun terakhir, hingga menutup Ibu Kota Sittwe.

Ket. Foto: Seorang pria yang kebingungan berdiri di antara puing-puing tempat tinggalnya yang hancur akibat serangan udara jet tempur junta Myanmar yang menyasar sebuah desa di Pulau Ramree  di bagian barat Negara Bagian Rakhine pada Kamis (9/1). — Sumber: AFP/Arakan Army

Konflik Rakhine merupakan salah satu unsur kekacauan berdarah yang melanda Myanmar sejak militer menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta tahun 2021, yang memicu pemberontakan bersenjata yang meluas.

Juru bicara AA, Khaing Thu Kha, mengatakan kepada AFP bahwa sebuah jet tempur junta militer telah mengebom Desa Kyauk Ni Maw di Pulau Ramree pada Rabu (8/1) siang, yang memicu kebakaran yang menghanguskan lebih dari 500 rumah.

“Menurut laporan awal, 40 warga sipil tak berdosa tewas dan 20 lainnya terluka,” kata petugas itu.

Seorang anggota tim penyelamat setempat yang kelompoknya membantu warga di daerah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa 41 orang tewas dan 52 orang terluka.

"Saat ini, kami bahkan tidak memiliki cukup obat-obatan untuk merawat mereka karena sulit diperoleh," kata petugas penyelamat yang tidak mau disebutkan namanya demi melindungi keselamatan mereka.

Foto-foto setelah pengeboman menunjukkan penduduk yang kebingungan berjalan melewati reruntuhan yang hangus dan berasap, pohon-pohon kehilangan daunnya, dan bangunan-bangunan yang hanya tersisa beberapa bagian dinding.

AFP telah berupaya menghubungi junta untuk meminta komentar mengenai insiden tersebut, tetapi panggilan telepon tidak mendapat jawaban.

Prospek Suram

Pulau Ramree merupakan rumah bagi pelabuhan laut dalam yang direncanakan akan dibangun dengan dukungan Tiongkok, dan jika rampung akan berfungsi sebagai pintu gerbang Beijing ke Samudra Hindia, meskipun pembangunannya terhenti karena kerusuhan.

Militer tengah berjuang melawan pertentangan terhadap kekuasaannya di berbagai medan di seluruh negeri dan secara teratur dituduh menggunakan serangan udara dan artileri untuk menyerang masyarakat sipil.

Selain Pasukan Pertahanan Rakyat yang dipimpin pemuda yang muncul untuk menentang kudeta, militer juga memerangi sejumlah kelompok bersenjata minoritas etnis yang telah lama berdiri dan bersenjata lengkap, termasuk AA, yang menguasai sebagian besar wilayah di sepanjang perbatasan negara.

Pada November, Program Pembangunan PBB memperingatkan bahwa Rakhine sedang menuju bencana kelaparan karena pertempuran telah menekan perdagangan dan produksi pertanian. Sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan lalu mengatakan bahwa lebih dari 3,5 juta orang telah mengungsi akibat konflik di Myanmar, yang artinya ada peningkatan 1,5 juta dari tahun lalu.

Prospek tahun mendatang suram, kata badan kemanusiaan PBB OCHA, dengan 19,9 juta orang atau lebih dari sepertiga populasi, kemungkinan membutuhkan bantuan pada tahun 2025. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.