Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penutupan Pasar Hewan Jetis Ponorogo Membuat Pedagang Sapi Kecewa

📅 Jumat, 10 Jan 2025, 23:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penutupan Pasar Hewan Jetis Ponorogo Membuat Pedagang Sapi Kecewa Doc: ANTARA
Ket. Beberapan pedagang tiba di pasar hewan Jetis yang sedang diberlakukan lockdown (penutupan sementara) di Jetis, Ponorogo, Jumat (10/1/2025).

PONOROGO – Sejumlah pedagang sapi di Pasar Hewan Jetis Ponorogo merasa kecewa setelah mendapati pasar hewan tersebut ditutup sementara, Jumat (10/1).

Mereka kecewa karena telat mendapat informasi penutupan sehingga kecele saat sudah tiba di Pasar Hewan Jetis.Mereka mendapati pintu gerbang ditutup dan tak ada aktivitas perdagangan di hari pasaran.

Kebijakan penutupan selama 14 hari itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.

Meski informasi penutupan telah diumumkan dua hari sebelumnya, beberapa pedagang mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Mereka yang terlanjur membawa ternaknya untuk dijual, terpaksa kembali ke rumah.

"Tahunya pasar tutup, ya pas sampai sini tadi. Mau bagaimana lagi, ya pulang saja. Semoga wabah ini segera berakhir agar harga sapi kembali normal," ujar Suyadi, pedagang sapi asal Kecamatan Siman.

Kepala bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Ponorogo, Okta Hariyadi, menjelaskan bahwa penutupan Pasar Hewan Jetis berlangsung mulai 8 hingga 21 Januari 2025.

"Kebijakan ini sesuai instruksi Bupati Ponorogo untuk mencegah penyebaran PMK yang sedang merebak. Meski berat, kami harus tetap menutup pasar sementara," kata Okta saat ditemui di lokasi.

Okta menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi mengenai penutupan pasar. Namun, dia mengakui masih ada pedagang yang belum mendapatkan informasi tersebut.

"Diharapkan melalui penutupan sementara ini, kasus PMK di Ponorogo bisa ditekan. Setelah 14 hari, kebijakan lanjutan akan disesuaikan dengan situasi terkini," ucapnya.

Berdasarkan data terbaru, lebih dari 340 ekor sapi di Ponorogo telah terjangkit PMK yang tersebar di 16 kecamatan.

Dengan total populasi sapi mencapai 68 ribu ekor, upaya pencegahan terus diintensifkan untuk menghindari kerugian lebih besar bagi peternak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.