Asam Lambung Sering Naik? Pengobatan dari IDI Garut Ini Mungkin Cocok Untuk Anda!
📅 Selasa, 07 Jan 2025, 15:55 WIB | Oleh: Redaktur_iklan
Doc: airdone dari Freepik
Penyakit asam lambung, atau yang dikenal dengan istilah medis Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia.
Diperkirakan sekitar 20% dari populasi Indonesia menderita penyakit ini, yang umumnya mulai muncul pada usia remaja hingga orang dewasa. GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa tidak nyaman dan berbagai gejala lain yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut data dari IDI Garut idigarut.org, ada beberapa penyebab dari naik nya asam lambung, berikut adalah penjelasannya.
Apa saja penyebab terjadinya penyakit asam lambung (GERD)?
IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Garut menjelaskan penyakit asam lambung, atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi fungsi sistem pencernaan. Berikut adalah beberapa penyebab utama terjadinya GERD meliputi:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Melemahnya Lower Esophageal Sphincter (LES)
Melemahnya LES adalah salah satu penyebab penyakit asam lambung. Otot di bagian bawah kerongkongan seharusnya menutup saat makanan masuk ke lambung. Jika otot ini tidak kuat, asam lambung dapat kembali ke kerongkongan, menyebabkan refluks.
2. Adanya kelebihan berat badan
Sebaiknya Anda baca juga:
Obesitas adalah kondisi di mana seseorang memiliki penumpukan lemak yang berlebihan di tubuhnya yang mengganggu kesehatannya. Selain itu, kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada perut, yang pada gilirannya menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
3. Pola makan yang tidak teratur
Pola makan tidak teratur, seperti makan dalam porsi besar sebelum berbaring atau terlalu banyak makan makanan pedas, berlemak, dan asam dapat menyebabkan produksi asam lambung berlebih dan risiko refluks.
4. Faktor usia
Penyakit asam lambung, juga dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD), dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risiko menderita GERD meningkat setelah usia 19 tahun. Ini karena otot-otot yang mengendalikan LES mungkin melemah seiring bertambahnya usia.
5. Stres dan cemas berlebihan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!