Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pedagang Bakso Bangun Jalan di Kampung Halaman

📅 Minggu, 05 Jan 2025, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sesuai prediksinya, pendapatan di Bali jauh lebih besar dibanding di Kuningan, Jawa Barat. Sehari, ia mampu mengumpulkan uang yang cukup hingga bisa menabung buat modal usaha.

“Di Bali kan banyak perantau juga, orang-orang Jawa juga banyak. Apalagi penjual bakso tak banyak di sana,” katanya antusias. 

Merintis usaha

Selama berjualan, Ferry memperluas jaringan dan informasinya, yang terpikir adalah bagaimana membangun usaha bakso miliknya. Dari pergaulan sesama perantau Jawa, Ferry muda mendengar informasi tentang Batam, kota industri yang memiliki kemitraan Sijori (Singapura, Johor, dan Riau) tempat perdagangan bebas.

Kala itu ada yang bertanya padanya, apakah dia punya keterampilan. Kalau ada, lebih baik bekerja di Batam dengan penghasilan lumayan sebagai buruh pabrikan. Ferry sadar tak punya keterampilan, keahliannya cuma satu, jualan bakso.

Informasi tentang Batam membuatnya tertarik untuk mencoba peruntungan memulai usaha bakso miliknya sendiri. Sembari mendengarkan berita dari radio tentang Sijori (Singapura, Johor, dan Riau), Ferry yakin bisa membangun mimpi.

Tahun 1992, berangkatlah ia ke Batam menggunakan jalur darat, dari Bali ke Merak-Bakauheni, hingga sampai Pekanbaru, lalu baik bus lagi ke Dumai. Di Pekanbaru, dia sempat ditawari bekerja. Namun, Ferry keukeuh tetap ke Batam untuk memulai usaha jualan bakso miliknya sendiri, tak lagi jadi pekerja dengan orang lain.

Dia pun berangkat berdua bersama rekannya, keduanya pun merintis usaha bersama menjadi penjual bakso keliling menggunakan gerobak. Bermodal 900 ribu rupiah yang ditabung hasil kerja dua tahun jualan bakso di Bali, Ferry membeli gerobak, peralatan dapur untuk memasak bakso, dan bahan baku, serta biaya sewa rumah liar, yang di Batam dikenal sebagai rumah ruli, di kawasan Jodoh, Kota Batam.

Lagi-lagi perhitunganya tepat, minim pesaing, jualan baksonya berkembang pesat. Sehari, dia bisa mendapatkan uang 50 ribu rupiah. Uang tersebut terus ditabung hingga memperluas usahanya menambah jumlah gerobak.

“Dari dua gerobak, jadi empat gerobak. Saya ajak abang saya dan temannya dari kampung gabung dengan saya,” katanya.

Sejak saat itu, usaha bakso rintisan berkembang, Ferry pun jadi pemilik usaha bakso keliling dengan empat gerobak. Modal kembali, untung pun di dapat. Setiap untung yang diperoleh, diputar kembali untuk mengembangkan usahanya.

Ferry tak lagi turun jualan. Ia bertugas di bagian dapur, sementara abang dan kedua temannya yang turun jualan. Sejak tak lagi berjualan, ia mengisi waktu dengan bekerja sebagai pengojek untuk tambahan modal. 

Syukur dan Ikhlas

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.