- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hanoi Kota Paling Tercemar...
Hanoi Kota Paling Tercemar di Dunia
Sabtu, 04 Jan 2025, 13:22 WIBHANOI - Ibu kota Vietnam, Hanoi telah diselimuti kabut asap tebal selama beberapa minggu terakhir, menempatkannya di puncak daftar kota paling tercemar di dunia. Sementara pemerintah mengatakan akan mendorong lebih banyak kendaraan listrik (EV) untuk mengatasi masalah tersebut.
Tingkat partikel kecil berbahaya, yang dikenal sebagai PM2.5, diukur pada 266 mikrogram per meter kubik di Hanoi pada Jumat (3/1) pagi, angka tertinggi di antara daftar kota paling tercemar, menurut AirVisual, yang menyediakan informasi polusi udara global independen melalui aplikasi telepon.
Negara Asia Tenggara ini, pusat manufaktur regional dengan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia, telah melaporkan polusi udara yang parah di kota-kota besarnya selama bertahun-tahun, khususnya di Hanoi.
Kabut asap tebal sebagian besar disebabkan oleh lalu lintas yang padat, pembakaran sampah, dan aktivitas industri.
"Kami, para lansia, dapat merasakannya dengan sangat jelas ketika kami menderita masalah pernapasan yang berujung pada kesulitan bernapas," kata Luu Minh Duc, warga kota berusia 64 tahun.
"Situasinya tampaknya makin memburuk akhir-akhir ini."
Kaum muda juga mengeluh.
"Awalnya saya pikir itu berkabut ... tetapi kemudian saya tahu itu sebenarnya debu halus yang mengurangi penglihatan saya dan membuat saya merasa tidak sehat untuk bernapas," kata Nguyen Ninh Huong, mahasiswa berusia 21 tahun.
Berbicara pada pertemuan dengan kementerian transportasi pada hari Kamis, Wakil Perdana Menteri Tran Hong Ha menyerukan percepatan transisi ke kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi polusi, media pemerintah melaporkan.
Sejauh ini Hanoi memiliki target setidaknya 50 persen bus dan 100 persen taksi menjadi kendaraan listrik pada tahun 2030.
"Ini adalah tanggung jawab negara terhadap rakyat, dan harus ada tindakan nyata dan tepat waktu," kata Ha seperti dikutip surat kabar Tien Phong.
Kementerian sumber daya alam, lingkungan hidup, dan kesehatan tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
-
Kanker Paru Kini Mengintai Non-Perokok, Penyintas Desak Akses Diagnosis dan Obat Inovatif
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
-
Enam Pesepeda Indonesia akan Tampil di Ajang Piala Dunia MTB 2026 di Korea
-
Ngapungkeun Balon Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Daya Tarik Wisata
-
Harga Emas Antam Rabu Ini Merosot Rp45.000 Jadi Rp3,023 Juta/Gr
-
Kepala Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas oleh Serangan Udara Israel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.