Bayer Ekspor Perdana 30 Ton Benih Jagung Bioteknologi ke Vietnam
Sabtu, 13 Jun 2026, 15:10 WIBJAKARTAÂ â Bayer Indonesia mengekspor perdana sebanyak 30 ton benih jagung bioteknologi DK95R ke Vietnam. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi industri perbenihan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pertanian regional.
Pelepasan ekspor yang berlangsung di Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (11/6/2026) tersebut menjadi bukti meningkatnya kapasitas produksi benih berteknologi tinggi di dalam negeri. Selain mendukung ketahanan pangan nasional, ekspor ini juga menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk pertanian Indonesia yang memenuhi standar global.
Seremoni pelepasan ekspor dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti, Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan sekaligus Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Letjen TNI Irham Waroihan, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian Leli Nuryati, serta perwakilan pemerintah daerah dan Bayer Indonesia.
Widiastuti mengatakan ekspor benih jagung bioteknologi tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pengiriman komoditas pertanian. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil dari riset, inovasi, sistem pengawasan mutu, kepastian regulasi, serta pengakuan internasional terhadap kemampuan Indonesia menghasilkan produk pertanian berteknologi tinggi.
âEkspor hari ini bukan sekadar 30 ton benih jagung. Ini adalah hasil penelitian, inovasi, sistem pengawasan mutu, kepastian regulasi, dan kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan Indonesia menghasilkan produk pertanian berteknologi tinggi yang memenuhi standar global,â ujarnya pada kesempatan tersebut.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui sambutan yang dibacakan Letjen TNI Irham Waroihan menegaskan pentingnya penerapan teknologi dalam transformasi sektor pertanian nasional. Menurutnya, tantangan seperti perubahan iklim, degradasi lahan, pertumbuhan penduduk, dan dinamika geopolitik global menuntut penggunaan teknologi pertanian yang lebih maju.
Ia menilai keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga memiliki potensi untuk bersaing di pasar internasional.
âIni membuktikan bahwa Indonesia swasembada dan mandiri. Kita surplus, ketahanan pangan kita kokoh, dan sisa kelebihannya kita dorong untuk menguasai pasar dunia,â kata Amran dalam pernyataannya.
Kepala PVTPP Kementerian Pertanian Leli Nuryati menyebut sektor perbenihan memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian nasional. Ia mengapresiasi komitmen Bayer dalam mengembangkan inovasi benih dan membangun industri perbenihan di Indonesia.
Menurut data PVTPP, Bayer telah melepas tujuh varietas jagung bioteknologi di Indonesia. Keberhasilan ekspor DK95R dinilai menjadi indikator bahwa Indonesia mulai memainkan peran yang lebih besar dalam rantai pasok pertanian global.
âKeberhasilan ekspor Bayer menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga mulai memainkan peran yang lebih besar dalam rantai pasok pertanian global,â ujarnya.
Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Indonesia, Aditia Rusmawan, mengatakan inovasi menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk perusahaan, termasuk benih jagung bioteknologi DK95R yang dirancang berdasarkan kebutuhan petani.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ekspor tidak akan mengurangi komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan petani di Indonesia. Sebaliknya, pertumbuhan produksi yang didorong oleh permintaan ekspor diyakini akan memperkuat ekosistem pertanian berteknologi tinggi di dalam negeri.
âKebutuhan petani Indonesia tetap menjadi prioritas utama. Dengan skala produksi yang terus berkembang seiring permintaan ekspor, hal ini pada akhirnya turut memperkuat ekosistem pertanian berteknologi tinggi di dalam negeri,â kata Aditia.
DK95R merupakan benih jagung bioteknologi komersial pertama yang diluncurkan Bayer Indonesia pada Juli 2023. Benih ini memiliki keunggulan tahan terhadap herbisida berbahan aktif glifosat, sehingga dapat membantu petani menekan biaya perawatan dan tenaga kerja sekaligus mempertahankan hasil panen yang optimal.
Bayer menyebut penggunaan DK95R berpotensi meningkatkan pendapatan petani hingga 30 persen dibandingkan penggunaan benih konvensional. Sejak diluncurkan, penerimaan pasar domestik terhadap produk tersebut terus meningkat dan menjadi dasar bagi perluasan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar regional.
Melalui visi âHealth for All, Hunger for Noneâ, Bayer menyatakan akan terus mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan melalui pengembangan teknologi benih, peningkatan kapasitas produksi, serta kolaborasi dengan pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing sektor pertanian Indonesia.
- Vietnam
- ketahanan pangan
- Bayer Indonesia
- pertanian Indonesia
- Benih Jagung Bioteknologi
- DK95R
- Industri Perbenihan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Latihan Gabungan dalam Penanganan Kebakaran di TPA Rawa Kucing
-
Laris Manis: Vietnam Sudah Diserbu 10,6 Juta Turis Asing dalam Lima Bulan
-
Harga Emas Antam Rabu Ini Merosot Rp45.000 Jadi Rp3,023 Juta/Gr
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.