Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Sediakan Uang Layak Edar Seratusan Triliun Rupiah, Layanan Penukarannya Sampai 20 Desember

📅 Kamis, 19 Des 2024, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Sediakan Uang Layak Edar Seratusan Triliun Rupiah, Layanan Penukarannya Sampai 20 Desember Doc: ANTARA FOTO/ Adiwinata Solihin
Ket. Ilustrasi - Seorang warga menukarkan uang di mobil kas keliling di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (21/11/2024).

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyediakan uang rupiah layak edar senilai Rp133,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

“Jadi ini sudah kita hitung sebesar Rp133 triliun. Sampai hari ini yang sudah ditarik oleh bank-bank itu Rp52,5 triliun atau sekitar 39,3 persen. Tentunya nanti minggu keempat kami perkirakan mencapai 95 persen. Itu totalnya,” kata Deputi Gubernur BI Doni P Joewono dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2024, di Jakarta, Rabu (18/12).

Doni merinci uang layak edar tersebut sudah didistribusikan melalui bank-bank dan menyebar di wilayah Pulau Jawa sebesar 54 persen, Sumatera 21 persen, Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua) 12 persen, Kalimantan 9 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) 4 persen.

“Termasuk memastikan nanti libur panjang, ATM juga sudah harus tersedia,” ujar Doni.

Selain menyediakan uang layak edar, BI juga menyediakan layanan penukaran terpadu sebagaimana yang juga pernah dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri.

Pada momentum Natal 2024 ini, BI menghadirkan program “Serunai” atau “Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai”. Layanan penukaran uang diselenggarakan mulai 15 sampai 20 Desember 2024.

“Tentunya pecahannya sama dengan yang dulu, total Rp4 juta. Jadi Rp4 juta itu, Rp100 ribu 15 bilyet, Rp50 ribu 20 bilyet, Rp20 ribu 25 bilyet, Rp10 ribu 50 bilyet, dan Rp5 ribu 100 bilyet,” kata Doni.

Dia juga menyebutkan bahwa masyarakat sudah banyak yang menarik uang melalui program “Serunai” dengan persentase hampir 54 persen atau sebesar Rp186,4 miliar di semua titik yang disediakan BI.

“Kita pakai kas keliling. Bank Indonesia langsung ke gereja, ke sekolah. Jadi kebetulan beberapa kota yang kantor BI-nya itu yang banyak penukarannya kita prioritaskan. Selain Jakarta, ada Sumut, Pematang Siantar, Sibolga, Kalimantan Barat (Kalbar), Sulawesi Utara (Sulut), Maluku, NTT, Papua, dan Papua Barat itu nanti yang lebih banyak melakukan penukarannya,” kata Doni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pengguna Transportasi Umum ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.