Dukung Pengairan Lahan Pertanian, Kotawaringin Timur Terima Tujuh Unit Irigasi Pompa dari Kementerian Pertanian
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 12:11 WIB | Oleh: Tim PenulisSAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menerima tujuh unit bantuan irigasi pompa (irpom) dari Kementerian Pertanian untuk mendukung pengairan lahan pertanian, terutama pada musim kemarau, yang disertai kekeringan.
"Alhamdulillah, tujuh unit irigasi pompa sudah masuk dan selesai dipasang. Namun, untuk penggunaannya di sektor pertanian masih terkendala kondisi musim yang belum mendukung karena air yang tersedia masih payau," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartady Periyanto, di Sampit, Rabu (21/10).
Yephi menyampaikan bantuan tersebut dialokasikan untuk lima kelompok tani (poktan) di sejumlah kawasan pertanian. Sekitar empat dari bantuan tersebut dialokasikan ke Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, yang merupakan sentra produksi padi di Kotim.
Wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu kawasan yang diandalkan untuk mendukung produksi pangan daerah. Sedangkan, sisanya dialokasikan untuk Kecamatan Pulau Hanaut.
Namun, pemanfaatannya untuk penanaman padi masih terkendala kekeringan dan kualitas air payau. Penggunaan air payau untuk mengairi persawahan berisiko menurunkan produktivitas tanaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi itu menjadi pertimbangan dinas agar petani tidak memaksakan penanaman ketika kualitas air belum memadai.
"Kalau kita memaksakan memakai air payau, produktivitasnya bisa turun. Kalaupun nanti bisa dipanen, hasilnya berkurang sehingga petani juga berpotensi mengalami kerugian," jelasnya.
Bantuan itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal ketika musim hujan tiba, sehingga petani bisa kembali memaksimalkan pengolahan lahan dan mempercepat penanaman padi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, menunggu kondisi air membaik, irigasi pompa yang telah terpasang tersebut diinformasikan tetap dimanfaatkan untuk membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah penerima bantuan.
Lebih lanjut, terkait jadwal musim tanam ketiga tahun ini, Yephi menyebut pelaksanaannya mengalami kemunduran akibat kemarau panjang dan kekeringan.
Jika pada kondisi normal penanaman biasanya dimulai sekitar September, tetapi tahun ini petani diperkirakan baru dapat memulainya pada November.
"Mudah-mudahan akhir November musim tanam sudah mulai berjalan. Namun, ini masih harapan berdasarkan kondisi di lapangan dan kebiasaan petani, bukan berdasarkan data atau prediksi resmi BMKG," sebutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!