Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bintang Buatan akan Ungkap Rahasia Eksoplanet, Energi Gelap, dan Supernova

📅 Jumat, 13 Des 2024, 05:00 WIB | Oleh:
Bintang Buatan akan Ungkap Rahasia Eksoplanet, Energi Gelap, dan Supernova Doc: YASSER AL-ZAYYAT/AFP

Pada 2029 NASA berencana untuk meluncurkan misi Landolt yang akan mengorbitkan bintang buatan di sekitar Bumi untuk meningkatkan pengukuran bintang dan planet. Misi ini akan meningkatkan akurasi perhitungan kecerahan bintang lebih dari sepuluh kali lipat, membantu pemahaman tentang planet yang mengorbit bintang-bintang ini serta memberikan wawasan tentang energi gelap.

Bintang buatan ini nantinya akan memancarkan cahaya dengan tingkat kecerahan yang diketahui secara tepat, membantu para ilmuwan mengukur tingkat kecerahan bintang sungguhan dengan lebih akurat. Pengukuran yang lebih baik ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang bintang, termasuk supernova yang jauh, dan planet-planet yang mengorbitnya. Misi senilai 19,5 juta dollar AS ini juga dapat mengungkap energi gelap, gaya misterius yang mendorong percepatan perluasan alam semesta.

“Bahkan dengan instrumen modern saat ini, pengukuran tingkat kecerahan bintang yang sebenarnya hanya diketahui oleh beberapa persen saja,” jelas David Ciardi, wakil direktur NASA Exoplanet Science Institute (NExScI) di IPAC, sebuah pusat astronomi yang berbasis di Caltech.

“Landolt akan memungkinkan peningkatan pengukuran tersebut lebih dari 10 kali lipat. Memahami tingkat kecerahan bintang yang sebenarnya memungkinkan kita untuk memahami bintang dengan lebih baik, dan, mungkin yang lebih penting, memahami planet-planet yang mengorbit bintang dengan lebih baik,” ujar dia dikutip dari Scitech Daily.

Misi ini dipimpin oleh mantan ilmuwan IPAC dan alumni Caltech, Peter Plavchan (BS ’01). Ia sekarang menjadi profesor madya fisika dan astronomi di Universitas George Mason di Virginia. IPAC sendiri akan bertanggung jawab untuk mengarsipkan data misi dan akan berkontribusi pada dukungan di lapangan melalui Observatorium Palomar milik Caltech.

Mitra tambahan termasuk Institut Nasional Standar dan Teknologi, pemimpin dunia dalam pengukuran emisi foton, selain beberapa universitas lainnya. Anggota tim Caltech lainnya adalah Jessie Christiansen, kepala ilmuwan NExScI dan ilmuwan proyek untuk Arsip Eksoplanet NASA di NExScI, yang membantu mengusulkan misi tersebut.

Nama misi tersebut diberi nama berdasarkan mendiang astronom Arlo Landolt. Ia, yang meninggal pada 2022, berjasa dalam menyusun katalog kecerahan bintang. Misi Landolt, akan meluncurkan sumber cahaya ke langit dengan laju emisi foton yang diketahui. Tim akan mengamati sumber cahaya, atau bintang buatan, di samping bintang sungguhan untuk membuat katalog kecerahan bintang baru.

Bintang buatan akan mengorbit 22.236 mil di atas Bumi, cukup jauh untuk terlihat seperti bintang bagi teleskop di darat. Orbit geostasioner ini juga memungkinkan satelit bergerak pada kecepatan yang sama dengan rotasi Bumi, sehingga tetap berada di atas Amerika Serikat selama misi utamanya selama satu tahun. 

Lebih Akurat

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa alam semesta mengembang dan mereka mengukur perluasan ini dengan menganalisis kecerahan bintang dan foton yang dipancarkannya per detik. Namun, menurut Peter Plavchan, profesor madya fisika dan astronomi serta penyelidik utama misi Landolt, pengukuran yang lebih tepat sangat penting untuk membuka terobosan berikutnya dalam astrofisika.

Misi ini akan meluncurkan cahaya ke langit dengan laju emisi foton yang diketahui, dan tim akan mengamatinya di samping bintang nyata untuk membuat katalog kecerahan bintang baru.

Bintang buatan ini nantinya akan memiliki delapan laser yang bersinar di teleskop optik darat untuk mengkalibrasinya untuk pengamatan. Upaya tersebut tidak akan membuat bintang buatan begitu terang sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.

“Misi ini difokuskan pada pengukuran sifat-sifat fundamental yang digunakan setiap hari dalam pengamatan astronomi,” kata Eliad Peretz, ilmuwan misi dan instrumen NASA Goddard serta wakil kepala penyelidik Landolt. “Ini mungkin berdampak dan mengubah cara kita mengukur atau memahami sifat-sifat bintang, suhu permukaan, dan kelayakhunian eksoplanet,” imbuh dia.

“Inilah yang dianggap sebagai misi infrastruktur bagi NASA, mendukung sains dengan cara yang selama ini kami ketahui perlu kami lakukan, tetapi dengan perubahan transformatif dalam cara kami melakukannya,” papar Plavchan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

15 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.