Perluang yang Sangat Menjanjikan, Hadapi Krisis Tenaga Kerja Membuat Jepang Harapkan Bantuan Indonesia
📅 Kamis, 12 Des 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Asri Mayang Sari
Jakarta - Japan Association for Construction Human Resources (JAC) Jepang mengaku sangat mengharapkan bantuan pekerja dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, dalam menanggulangi krisis tenaga kerja di negara tersebut.
"Usia lanjut di Jepang lebih banyak daripada usia rendah, yang artinya pekerja usia muda sangat sedikit sekali, sehingga kami sangat mengharapkan bantuan manpower dari negara-negara tetangga khususnya, salah satunya dari Indonesia," kata kepala proyek JAC Naoya Shikano, di Jakarta, Rabu.
Pada acara Sosialisasi Pekerjaan Konstruksi Jepang di Politeknik Negeri Jakarta tersebut, Naoya mengatakan Jepang gencar melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi kekurangan tenaga kerja di negara mereka.
Adapun upaya tersebut, katanya, yakni mengelar sosialisasi pengenalan program magang dan program "Special Skill Worker" (SSW) bagi warga asing, beserta sistem dan peraturannya. "Sebisa mungkin diketahui dan disosialisasikan sebanyak mungkin di Indonesia," tambahnya.
Upaya lainnya adalah menjelaskan tentang kondisi aktual di Jepang, terutama di bidang konstruksi, kepada para pekerja asing. "Agar tidak ada ketakutan untuk bekerja di konstruksi di Jepang. Jadi jika terjadi kecelakaan, kami dan pemerintah Jepang selalu mendukung sekalipun dalam kondisi yang terburuk," lanjutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
JAC merupakan organisasi berbadan hukum yang berperan dalam menerima pekerja asing dengan visa SSW. Selain memberi pelatihan, serta menyelenggarakan ujian keterampilan dan penempatan kerja bagi warga asing, JAC juga menyediakan bimbingan serta memastikan perusahaan penerima pekerja asing menjaga lingkungan yang kondusif.
Acara sosialisasi oleh JAC dihadiri puluhan guru dari sekitar 60 Sekolah Menengah Kejuruan dari wilayah Tangerang, Jakarta, dan Depok.
Gutser Siburian, guru SMK Tunas Harapan di Jakarta Barat, yang hadir dalam acara tersebut berharap agar sosialisasi seperti itu terus dilakukan karena menurutnya relevan dengan kemampuan anak didiknya di sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Acaranya bagus. Alumni kami sudah ada yang bekerja di Jepang dan sekolah kami berencana memasukkan pelajaran Bahasa Jepang guna mendukung dan menambah kemampuan mereka yang akan bekerja di Jepang," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!