Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada di Musim Penghujan, BPPTKG Ingatkan Potensi Lahar Hujan dari Timbunan Material Merapi

📅 Selasa, 10 Des 2024, 00:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada di Musim Penghujan, BPPTKG Ingatkan Potensi Lahar Hujan dari Timbunan Material Merapi Doc: ANTARA/Irfan Sumanjaya
Ket. Foto udara jalur aliran lahar hujan Gunung Semeru, Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (14/11/2024).

Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi lahar hujan berasal dari timbunan material vulkanik sisa erupsi Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Secara potensi, bahaya lahar (hujan) di Gunung Merapi ini masih tinggi ya karena endapan awan panasnya juga cukup lumayan karena erupsi sudah berlangsung empat tahun ini," kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso saat dihubungi di Yogyakarta, Senin.

Ia menyebut material vulkanik yang diperkirakan mencapai puluhan juta meter kubik itu hingga saat ini masih tertimbun di sejumlah hulu sungai arah erupsi, khususnya yang berada pada sisi barat daya gunung itu.

"Ini memang kemudian menjadi perhatian kita di pemantauan Merapi untuk lebih intensif memantau potensi kejadian lahar," ujar dia.

Dia mengatakan peristiwa lahar hujan biasanya dipicu empat faktor utama, pertama adalah adanya endapan awan panas dari hasil erupsi yang sedang terjadi maupun erupsi yang telah lampau.

Selanjutnya, kandungan abu vulkanik pada material merapi dengan kadar mencapai lebih dari 3 persen.

Sekalipun volume endapan material besar, katanya, potensi menjadi lahar hujan kecil apabila kandungan abu vulkanik rendah.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan berapa besar kandungan abu vulkanik pada material yang mengendap di hulu-hulu sungai Merapi saat ini.

"Berikutnya adalah kemiringan. Jadi tentu karena Gunung Merapi dia berbentuk kerucut, jadi material yang tertimbun itu berpotensi menjadi lahar," kata dia.

Faktor terakhir, katanya, curah hujan, meski belum bisa dipastikan berapa intensitas minimum curah hujan yang mampu menghanyutkan endapan material vulkanik tersebut.

"Paling kita kasih rentang biasanya dari 20 sampai 60 milimeter per jam ya, ini terjadi lebih dari satu jam. Untuk mengantisipasi atau menjadi peringatan lebih awal biasanya kita memberikan notifikasi ketika terjadi hujan pada 10 menit pertama kemudian kita update," kata dia.

Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan BPPTKG, potensi aliran lahar hujan itu diperkirakan menjangkau hingga belasan kilometer melalui sungai-sungai berhulu Merapi.

Di Kali Boyong, misalnya diperkirakan bisa menjangkau hingga 14 kilometer, sedangkan di Kali Krasak dan Kopeng bisa sampai 20 km.

Meski jangkauan jauh, lahar hujan tersebut diperkirakan tidak sampai meluap atau berdampak ke permukiman warga sehingga masih aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.