“Argoland”, Benua Hilang di Bawah Kepulauan Nusantara
📅 Rabu, 04 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSebelumnya dalam siaran pers, Van Hinsbergen mengatakan, jika benua dapat tenggelam ke dalam mantel Bumi lalu menghilang sepenuhnya, tanpa meninggalkan jejak geologis di permukaan. Jika yang terjadi demikian maka tidak akan memiliki banyak gambaran tentang seperti apa rupa Bumi di masa lalu geologis.
“Hampir mustahil untuk membuat rekonstruksi yang andal dari bekas benua super dan geografi Bumi di era lampau,” kata Advokaat.
Ia melanjutkan, rekonstruksi tersebut sangat penting untuk pemahaman tentang proses seperti evolusi keanekaragaman hayati dan iklim, atau untuk menemukan bahan mentah. Pada tingkat yang lebih mendasar, untuk memahami bagaimana gunung terbentuk atau untuk mengetahui kekuatan pendorong di balik lempeng tektonik, dua fenomena yang saling terkait erat.
Namun, dalam studi terbaru, para geosains menentukan bahwa Argoland masih ada, meskipun dalam bentuk yang terfragmentasi. Advokaat dan van Hinsbergen menggunakan perangkat lunak yang memungkinkan mereka merekonstruksi gerakan lempeng tektonik yang membentang kembali ratusan juta tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian ini mengungkap bahwa benua Argoland yang diusulkan bukanlah satu blok padat ketika terpisah dari Australia sekitar 155 juta tahun yang lalu. Sebaliknya, benua itu tampaknya telah terpecah menjadi semacam “kepulauan” yang terdiri dari beberapa benua kecil dan cekungan samudra di antaranya pada saat itu.
Proses ini mirip dengan sejarah benua-benua “hilang” lainnya, seperti Zealandia di lepas pantai Australia timur dan Greater Adria di wilayah Mediterania. “Pecahnya Argoland menjadi Argopelago adalah proses yang dimulai lebih dari 200 juta tahun yang lalu,” kata kedua geolog itu kepada Newsweek.
Fragmen benua yang dulunya membentuk Argoland kini ditemukan di Myanmar dan pulau-pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Timor. Semua pulau ini, setidaknya sebagian, berada di Indonesia menurut penelitian tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kasus Kalimantan, sebagian wilayahnya juga milik Malaysia dan Brunei. Sementara itu, Timor terbagi antara Indonesia dan negara berdaulat Timor Leste. Para ahli geologi juga melakukan kerja lapangan di beberapa pulau untuk menguji model dalam studi mereka.
“Implikasi utama dari penelitian ini adalah bahwa kita tidak kehilangan kerak benua tanpa jejak,” kata kedua peneliti tersebut. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!