Iran Gelar Perundingan Nuklir dengan Negara-negara Eropa Seiring Meningkatnya Ketegangan
📅 Jumat, 29 Nov 2024, 11:32 WIB | Oleh: Tim PenulisIran berkeras akan haknya atas energi nuklir untuk tujuan damai. Tetapi menurut IAEA, Iran merupakan satu-satunya negara non-senjata nuklir yang memperkaya uranium hingga 60 persen.
Dalam wawancara dengan surat kabar The Guardian yang diterbitkan Kamis, Araghchi memperingatkan bahwa rasa frustrasi di Teheran atas komitmen yang tidak terpenuhi, seperti pencabutan sanksi, memicu perdebatan mengenai apakah negara itu harus mengubah kebijakan nuklirnya.
"Kami tidak berniat melangkah lebih jauh dari 60 persen untuk saat ini, dan inilah tekad kami saat ini," katanya kepada harian Inggris tersebut.
Namun, tambahnya, "ada perdebatan yang berlangsung di Iran, dan sebagian besar di antara para elite... apakah kita harus mengubah doktrin nuklir kita" karena sejauh ini terbukti "tidak memadai dalam praktiknya".
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesepakatan nuklir tahun 2015 antara Teheran dan negara-negara besar bertujuan untuk memberikan keringanan sanksi Barat yang melumpuhkan terhadap Iran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya untuk mencegahnya mengembangkan kemampuan senjata.
Teheran secara konsisten membantah adanya ambisi semacam itu. Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang memiliki wewenang terakhir dalam pengambilan keputusan di Iran, telah mengeluarkan fatwa yang melarang senjata nuklir.
Bencana Ganda
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Teheran, tujuan perundingan hari Jumat adalah untuk menghindari skenario "bencana ganda" berupa tekanan baru dari Trump dan pemerintah Eropa, menurut analis politik Mostafa Shirmohammadi.
Ia mencatat, dukungan untuk Iran di Eropa telah terkikis oleh tuduhan bahwa Iran menawarkan bantuan militer untuk invasi Russia ke Ukraina.
Iran telah membantah tuduhan ini dan berharap dapat memperbaiki hubungan dengan Eropa, sembari tetap mempertahankan pendiriannya yang tegas.
Pembicaraan Jenewa terjadi saat perang kata-kata antara Iran dan Israel meningkat.
"Saya akan melakukan apa saja untuk mencegahnya menjadi (kekuatan) nuklir, saya akan menggunakan semua sumber daya yang dapat digunakan," kata Netanyahu kepada lembaga penyiaran Israel Channel 14.
Israel adalah satu-satunya negara bersenjata nuklir di kawasan itu, meskipun tidak dideklarasikan. Israel telah lama menjadikan pencegahan terhadap pesaing mana pun yang menyamainya sebagai prioritas pertahanan utamanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!