Bali Dikategorikan Destinasi Wisata Tak Layak, Pemerintah Siapkan Paket 3B

Kamis, 28 Nov 2024, 13:30 WIB

Bali Dikategorikan Destinasi Tak Layak, Pemerintah Siapkan Paket 3B

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan paket wisata Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara atau 3B dalam upaya untuk meratakan sebaran turis di Pulau Bali, yang hingga saat ini dinilai masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan.

Ket. Foto: Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa — Sumber: antara foto

Menanggapi masuknya Bali dalam Fodor’s No List 2025, daftar tempat wisata yang dinilai tidak layak dikunjungi karena sudah kelebihan beban pariwisata, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa Bali sebenarnya tidak kelebihan turis.

"Sebenarnya Bali itu tidak kelebihan turis, Bali itu memang ada masalah di distribusi wisatawan yang saat ini berpusat di Bali Selatan ya," katanya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).

Oleh karena itu, Ni Luh mengatakan, Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah menyiapkan paket wisata 3B untuk memperkenalkan lebih banyak daerah tujuan wisata di Bali kepada wisatawan.

Melalui paket wisata tersebut, pemerintah mempromosikan bagian wilayah Bali yang memiliki daya tarik wisata tetapi belum banyak dikunjungi kepada wisatawan. “Jadi, para turis bisa kita distribusikan lewat Jawa, Banyuwangi, itu langsung ke Bali Barat dan Bali Utara,” kata Ni Luh.

Ni Luh menekankan bahwa Bali masih layak dikunjungi turis. Menurut dia, masuknya Bali dalam Fodor’s No List 2025 tidak akan banyak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. “Bali masih sangat layak dikunjungi, Bali masih luar biasa. Saya rasa itu tidak akan berpengaruh,” kata Ni Luh.

Dia menyampaikan bahwa Bali merupakan salah satu provinsi yang menerima banyak penghargaan di bidang pariwisata pada 2024, termasuk penghargaan Desa Wisata Terbaik dari UN Tourism pada 2024 untuk Desa Wisata Jatiluwih.

Bali termasuk destinasi wisata yang masuk dalam Fodor's No List 2024. Fodor’s Travel memasukkan Bali dalam daftar tujuan wisata yang layak dihindari karena menilai perkembangan cepat industri pariwisata di pulau itu telah menimbulkan tekanan besar terhadap lingkungannya.

Publikasi wisata itu antara lain menyoroti pantai-pantai di Bali yang dulunya bersih seperti Kuta dan Seminyak kini sudah penuh dengan tumpukan sampah.

Menurut Fodor’s Travel, pembangunan yang cepat dan tidak terkendali yang didorong oleh pariwisata yang berlebihan telah menimbulkan dampak negatif pada habitat alami Bali, mengikis warisan lingkungan dan budaya, dan menciptakan "kiamat plastik".

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov Jabar Bersama TNI-Polri dan Masyarakat Bertekad Perkuat Komitmen Keamanan

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo

Ratusan Pendaki Bakal Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Tim SAR Evakuasi Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa NTT

HUT RI, Masuk Ancol Gratis Tanggal 17 Agustus 2026, Buruan Reservasi, Kuota Terbatas!

Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan

Kodam Udayana Bantu Evakuasi Warga NTT Terdampak Gempa M7,7

Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BTS Makin Populer di Amerika, Capai Rekor Tertinggi 46% Menurut Survei

PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo

Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.