Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Sabtu, 15 Agu 2026, 15:25 WIB

KUPANG- Lima warga meninggal dunia dan sejumlah wilayah di Flores terisolasi akibat gempa M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Polda NTT dan Forkopimda langsung mengerahkan personel, alat berat, hingga pesawat khusus untuk mempercepat evakuasi, membuka akses, dan memastikan bantuan tiba di lokasi.

Data sementara mencatat korban meninggal terdiri dari 2 orang di Kabupaten Sikka dan 3 orang di Kabupaten Manggarai. Sebagian korban dilaporkan tertimpa reruntuhan bangunan. Angka tersebut masih diverifikasi karena pendataan di lapangan terus berjalan.

Ket. Foto: Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko (kiri) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Forkopimda memimpin langsung penangan bencana pasca gempa di Flores pada, Sabtu (15/8) — Sumber: istimewa

Pimpin Langsung dari Udara

Untuk mempercepat penanganan, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menyiapkan pesawat khusus bagi Gubernur NTT Melkianus Laka Lena dan unsur Forkopimda menuju Flores. Peninjauan langsung dilakukan agar laporan korban dan kerusakan bisa diverifikasi, bukan hanya berdasarkan data.

“Yang pertama kami lakukan adalah memastikan kondisi masyarakat. Kami harus tahu korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan, dan akses yang terdampak. Karena itu saya bersama Pak Kapolda dan Forkopimda akan langsung ke Flores untuk memastikan bantuan segera diberikan. Kita urus dulu korban dan masyarakat kita,” kata Gubernur Melkianus.

Kapolda NTT menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Personel kami bergerak untuk membantu evakuasi, mengamankan lokasi, mendukung pencarian korban, membuka akses, dan memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan. Kami akan terus berkoordinasi agar penanganan di lapangan berjalan cepat,” ujar Irjen Rudi.

Command Center hingga Pembukaan Akses Jalan

Polda NTT membentuk Command Crisis Center di Polres dan Polsek sebagai pusat koordinasi. Personel dikerahkan untuk mencari dan menyelamatkan korban, membantu warga, membuka akses bantuan, menjaga pengungsian, serta mencegah penjarahan.

Pembukaan akses menjadi prioritas agar tim dan bantuan bisa masuk. Pemerintah meminta kontraktor yang memiliki alat berat membantu membersihkan jalan yang tertutup longsor. Koordinasi juga dilakukan dengan PLN dan operator telekomunikasi untuk pemulihan listrik dan komunikasi.

Dukungan helikopter diupayakan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses darat.

Bantuan dan Pengendalian Informasi

Kebutuhan dasar mulai disalurkan. Pemprov NTT menyiapkan makanan dan beras. Pemerintah pusat melalui Kemensos dan Kementerian PUPR juga menyatakan kesiapan membantu. Sebanyak 100 paket bantuan disiapkan untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka dan disalurkan melalui Polsek Alok.

Di tengah penanganan darurat, Polda NTT memperkuat pengendalian informasi. Press release resmi bersama Forkopimda akan disampaikan setiap hari. Masyarakat diminta hanya mengikuti informasi dari pemerintah, BMKG, BNPB, dan lembaga berwenang, serta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Seluruh langkah penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari evakuasi, pendataan, pembukaan akses, distribusi bantuan, hingga pengamanan. “Di tengah bencana, satu hal yang pasti, masyarakat Flores tidak menghadapi situasi ini sendirian,” tegas Gubernur.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.