Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Embung di Boyolali untuk Dukung Perhutanan Sosial

📅 Jumat, 01 Sep 2023, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Embung di Boyolali untuk Dukung Perhutanan Sosial Doc: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Ket. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (lima dari kiri) usai meresmikan Embung di Desa Gondanglegi, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (31/8/2023).

Boyolali - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meresmikan embung di Desa Gondanglegi Kecamatan KlegoKabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, dalam rangka mendukung program perhutanan sosial untuk kesejahteraan rakyat.

Acara peresmian embung di Boyolali tersebut dihadiri oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, sejumlah pengurus Kadin Indonesia, serta 10.000 petani anggota Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Gema PS).

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan bahwa embung di Boyolali merupakan hasil kolaborasi antara Kadin Indonesia sebagai pemrakarsa, bekerja sama dengan Indika Nature yakni perusahaan nasional penyedia solusi berbasis alam, serta Kelompok Tani Wono Makmur yang merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Gema PS).

"Pembangunan embung ini merupakan 'pilot project' kolaborasi masyarakat dan korporasi yang diharapkan bisa menginspirasi kolaborasi-kolaborasi antara swasta dan masyarakat di tempat lain, sehingga lahan seluas 5,3 juta hektare izin perhutanan sosial sudah diberikan pemerintah, benar-benar bisa membawa kesejahteraan bagi rakyat," kata Arsjad.

Embung di Boyolali tersebut dibangun sejak Maret 2023. Embung dengan kapasitas 10.517 meter kubik ini, berada di lokasi yang cukup tinggi sehingga dapat mengalirkan air dengan memanfaatkan gravitasi bumi.

Pembangunan embung dan Sentra Perhutanan Sosial (SPS) dengan pendekatan 'regenerative forest business" ini merupakan respons dari kondisi tanah kehutanan dan pertanian di sejumlah daerah di Jawa yang selama ini kekurangan air.

"Keberadaan embung ini merupakan optimalisasi pemanfaatan lahan berdasarkan kajian untuk memenuhi kebutuhan petani, dalam penyediaan air irigasi sawah dan yang jadi perhutanan sosial. Dengan demikian, harapannya embung ini dapat meningkatkan produksi pertanian dan perhutanan di lokasi embungdan sekitarnya," jelas Arsjad

CEO Indika Nature, Leonardus H Sidhartaberharap kolaborasi ini mampu membawa perubahan ekonomi di Boyolali dan sekitarnya.

"Hal ini sejalan dengan tujuan untuk memelihara hutan dan mengelola hasilnya guna meningkatkan perekonomian masyarakat, serta menciptakan masa depan yang berkelanjutan melalui solusi berbasis alam," tuturnya.

Ketua Gema PS Rozikin mengapresiasi kerja sama dengan Kadin Indonesia ini. "Kolaborasi ini, melengkapi puzzle perjuangan kami. Selama ini, kami berhasil berjuang untuk memperoleh izin dari negara, tapi belum bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan petani. Tetapi dengan masuknya Kadin Indonesia, kami optimistis program Bapak Presiden ini, benar-benar akan mensejahterakan petani," katanya.

Pembangunan embung di atas tanah izin Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Makmur itu, merupakan tindak lanjut dari laporan Gema PS kepada Presiden Joko Widodo pada Januari 2023.

Pada kesempatan itu, Gema PS menyampaikan keinginan untuk bekerja sama dengan Kadin Indonesia.

"Alhamdulillah, Kamis ini, kerja sama telah terwujud. Terima kasih kepada Pak Arsjad Rasjid dan seluruh pengurus Kadin Indonesia. Semoga inisiatif ini dapat direplikasi ke seluruh Indonesia dan dilanjutkan oleh siapapun pemimpin Indonesia nanti," tutup Rozikin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.