- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Tiongkok dan Kors...
Presiden Tiongkok dan Korsel Bertemu di Peru, Serukan Kerja Sama Demi Perdamaian Kawasan
Sabtu, 16 Nov 2024, 09:45 WIBLIMA - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada hari Jumat (15/11) menyerukan kerja sama yang lebih besar dengan Beijing mengenai "perdamaian dan stabilitas regional", setelah bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, kantor berita Yonhap melaporkan.
Tiongkok adalah sekutu utama Korea Utara, yang secara teknis masih berperang dengan Seoul dan pemimpinnya Kim Jong Un telah terlibat dalam retorika yang meningkat tahun ini.
"Saya berharap kedua negara kita akan bekerja sama untuk meningkatkan stabilitas dan perdamaian di kawasan sebagai tanggapan atas provokasi berulang Korea Utara, perang di Ukraina, dan kerja sama militer antara Russia dan Korea Utara," lapor Yonhap mengutip pernyataan Yoon.
Kedua pemimpin bertemu di sela-sela pertemuan puncak Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) di Peru, yang mempertemukan 21 negara yang mewakili sekitar 60 persen produk domestik bruto dunia.
Pemerintahan Yoon telah berulang kali menyatakan keprihatinannya terkait semakin dalamnya kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskow, termasuk pengerahan pasukan Korea Utara di Ukraina.
Berita yang disampaikan media pemerintah Tiongkok mengenai pertemuan tersebut tidak menyebutkan Korea Utara atau Russia.
Xi "menyerukan Tiongkok dan Korea Selatan untuk menggalakkan pengembangan kemitraan kerja sama strategis yang sehat dan mantap antara kedua negara", kantor berita pemerintah Tiongkok Xinhua melaporkan.
Beijing dan Seoul merupakan mitra dagang utama, meskipun Tiongkok merupakan pendukung diplomatik dan ekonomi utama Korea Utara, dan Korea Selatan bersekutu secara militer dengan Amerika Serikat.Â
Tiongkok sebelumnya telah menyerukan "penyelesaian politik" untuk meredakan ketegangan di semenanjung Korea, dan menegaskan kembali posisi tersebut setelah Korea Utara menyatakan Seoul sebagai negara "musuh" awal tahun ini.
Hubungan Tiongkok dengan Korea Selatan bukan tanpa kendala. Bulan lalu, Beijing mengatakan telah menahan seorang warga negara Korea Selatan atas tuduhan mata-mata.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.