Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

British Museum Dihadiahi Keramik Bernilai Tinggi dari Tiongkok

📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 18:05 WIB | Oleh:
British Museum Dihadiahi Keramik Bernilai Tinggi dari Tiongkok Doc: Reuters

British Museum akan mendapatkan 1.700 keramik Tiongkok yang terkenal di dunia senilai 1 miliar Poundsterling atau sekitar 1,27 miliar dolar AS. Ini menjadi sebuah hadiah yang diyakini sebagai yang tertinggi diterima museum di Inggris itu dalam hampir 300 tahun sejarahnya.

“Ini adalah hibah terbesar untuk British Museum dalam sejarah panjang kami. Ini merupakan mosi percaya yang nyata terhadap masa depan kami,” kata Ketua British Museum George Osborne, dikutip dari Reuters, Jumat (15/11).

Koleksi yang telah dipinjamkan ke British Museum sejak tahun 2009 ini disumbangkan oleh Percival David Foundation. Contoh dari koleksi ini termasuk 'vas David' berwarna biru-putih dari tahun 1351, cangkir anggur porselen kecil dari akhir abad ke-15 yang dikenal sebagai 'cangkir ayam', salah satu benda yang paling dicari dalam seni Tiongkok, dan 'barang Ru', artefak yang berasal dari akhir abad ke-11.

Beberapa barang yang disumbangkan berasal dari abad ketiga hingga abad ke-20. Sebanyak 1.700 benda tersebut, yang telah dipinjamkan dalam jangka panjang ke museum sejak tahun 2009, dikumpulkan oleh pengusaha Inggris kelahiran India, Sir Percival David, yang hidup dari tahun 1892 hingga 1964.

Dia mengumpulkan barang-barang tersebut sebagian besar berkualitas kekaisaran di Eropa, Jepang, Hong Kong dan Tiongkok. Pemindahan ini akan menambah koleksi keramik Tiongkok di museum ini menjadi 10.000 buah.

“Benda-benda tersebut akan memberikan pengunjung dan peneliti kesempatan yang luar biasa untuk mempelajari dan menikmati contoh-contoh terbaik dari keahlian Tiongkok yang pernah ada. Saya merasa terharu dengan kemurahan hati para pengawas Sir Percival David Foundation yang mempercayakan koleksi pribadi mereka yang tak tertandingi kepada British Museum secara permanen,” ujar Direktur British Museum, Dr Nicholas Cullinan, dikutip dari BBC. 

Yayasan tersebut mengatakan bahwa Sir Percival ingin koleksi pribadinya dipamerkan kepada publik untuk menginspirasi dan mendidik generasi mendatang. Pengalihan akhir kepemilikan barang-barang tersebut tunduk pada persetujuan Komisi Amal. 

Menteri Kesenian Inggris, Chris Bryant mengatakan, koleksi ini akan mendidik dan mencerahkan generasi mendatang selama bertahun-tahun yang akan datang. 

“Saya sangat berterima kasih atas tindakan kedermawanan yang fenomenal ini dan sangat berharap hal ini akan membantu menciptakan tren bagi orang lain,” ucapnya.

British Museum mengatakan akan meminjamkan beberapa keramik ke Museum Shanghai di Tiongkok dan Museum Metropolitan di New York untuk mendukung pameran di sana. Porselen pertama kali diproduksi di Tiongkok sekitar tahun 600 M, dan sejauh ini merupakan yang paling maju di dunia. Artefak-artefak keramik dibuat untuk istana kekaisaran, untuk pasar domestik, atau untuk ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.