Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengungkap Jejak Migrasi Manusia Purba ke Nusantara

📅 Sabtu, 09 Nov 2024, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengungkap Jejak Migrasi Manusia Purba ke Nusantara Doc: The Conversation/Shutterstock/life_in_a_pixel
Ket. Potret vektor manusia prasejarah.

Rino Putama, The Conversation

Penelitian mengenai migrasi manusia purba selalu menjadi topik menarik di dunia arkeologi. Teori umum yang dikenal sebagai Out of Africa menyebutkan bahwa dari sana, mereka mulai bermigrasi ke berbagai penjuru dunia, termasuk wilayah Asia Tenggara dan Nusantara, yang kini dikenal sebagai Indonesia.

Bukti arkeologis memperkirakan manusia modern meninggalkan Afrika sekitar 60 ribu tahun yang lalu. Mereka melakukan perjalanan panjang dan penuh tantangan, melewati wilayah Timur Tengah, India, hingga akhirnya mencapai Asia Tenggara.

Wilayah Indonesia, yang pada masa purba terdiri dari daratan luas yang menghubungkan pulau-pulau besar seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan (disebut Paparan Sunda), menjadi salah satu jalur penting dalam migrasi ini.

Penemuan terbaru di Elivavan, Pulau Fordata, Kepulauan Tanimbar, Maluku, menambah bagian penting dari teka-teki ini. Dengan penanggalan sekitar 42 ribu tahun yang lalu, Elivavan menjadi salah satu situs tertua di Wallacea, dan mengindikasikan proses diaspora yang singkat di sepanjang sisi selatan Wallacea.

Alat-alat batu zaman purba yang ditemukan di Tanimbar memberikan bukti sekaligus menguatkan pandangan bahwa manusia purba yang tiba di Nusantara tidak hanya melalui satu jalur migrasi, melainkan memanfaatkan berbagai rute yang berbeda, baik daratan maupun laut.

Ini menantang asumsi lama bahwa migrasi manusia purba ke Nusantara hanya melalui jalur daratan. Bukti ini juga memperkuat teori bahwa manusia purba yang mencapai wilayah Indonesia memiliki keterampilan navigasi laut yang cukup canggih, memungkinkan mereka menyeberangi lautan dan menyebar ke pulau-pulau terpencil.

Melalui temuan ini, kita semakin menyadari betapa luas dan kompleksnya jalur migrasi manusia purba. Indonesia, dengan kekayaan arkeologisnya, terus menjadi wilayah kunci dalam penelitian mengenai sejarah migrasi manusia dan perkembangan peradaban di wilayah Asia Tenggara.

Dalam Research Findings episode kali ini, kami berbincang dengan Hendri Kaharudin, Arkeolog dari Australian National University.

Menurut Hendri, temuan ini penting karena cukup tua untuk area Wallacea. Selain itu, ditemukannya Makropod di kepulauan Tanimbar menjadi salah satu bukti translokasi inter-island translocation tertua di dunia.

Ia menambahkan, Indonesia sebenarnya sangat kaya dan memiliki potensi yang besar untuk diteliti lebih jauh, kita punya homo erectus, homo floresiensis dan lukisan batu tertua di dunia.

Hendri juga menuturkan bahwa proses penyebrangan manusia purba dari Sunda ke Sahul ini menjadi salah satu justifikasi kalau identitas kita adalah bangsa pelaut.

Tonton video lengkapnya di sini:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.