Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Green AI, Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Melawan Perubahan Iklim

📅 Sabtu, 02 Nov 2024, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Perubahan iklim semakin parah dan bisa dengan jelas kita rasakan melalui cuaca ekstrem dan intensitas bencana alam yang meningkat. Dalam menghadapi kenyataan ini, adaptasi menjadi langkah penting.

AI dapat berkontribusi di sini, terutama dalam sistem prediksi dan peringatan dini bencana.

Misalnya, beberapa model AI seperti convolutional neural networks (CNN) mampu menganalisis data meteorologis untuk memprediksi banjir, memberikan informasi berharga kepada masyarakat dan pemerintah untuk mempersiapkan diri lebih baik.

Selain memprediksi bencana, AI juga bisa dipadukan ke dalam sistem peringatan dini. Dengan kemampuan analisis data real-time secara cepat, AI mampu mendeteksi anomali kondisi di lapangan dalam hitungan detik. Setelah mendeteksi kejanggalan, sistem AI akan menilai apakah ada situasi tanda awal bencana, yang kemudian diterjemahkan menjadi peringatan dini.

Taiwan, salah satu wilayah yang menghadapi intensifikasi siklon tropis akibat perubahan iklim telah memanfaatkan AI untuk lebih siap menghadapi fenomena ini. Pada Juli lalu, teknologi AI berhasil memprediksi dengan akurat pola dan dampak dari Topan Gaemi, delapan hari sebelum topan tersebut mencapai daratan. Dengan prediksi ini, masyarakat dan pemerintah Taiwan dapat mempersiapkan diri lebih baik, mengurangi risiko bencana secara signifikan.

Inisiatif global memanfaatkan AI untuk aksi iklim

Potensi besar pemanfaatan AI dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim kini semakin mendapat perhatian dari kelompok kerja global untuk perubahan iklim. Dalam COP-28, para peserta menyepakati keputusan untuk meningkatkan pengembangan dan transfer teknologi yang diperlukan dalam menghadapi perubahan iklim melalui suatu sistem yang disebut Mekanisme Teknologi.

Mekanisme ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas negara-negara, terutama negara berkembang, dalam mengadopsi teknologi yang ramah lingkungan dan efisien untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Salah satu hal penting yang dibahas dalam keputusan ini adalah dorongan untuk menerapkan solusi perubahan iklim berbasis AI.

Dalam COP-28, para pihak juga mendukung pelaksanaan Initiative on Artificial Intelligence for Climate Action (AI4ClimateAction), sebuah inisiatif dari Technology Executive Committee dan Climate Technology Centre and Network-dua badan yang bertanggung jawab dalam Mekanisme Teknologi UNFCCC. Inisiatif ini dirilis pada Juni 2023 sebagai upaya untuk mempercepat pemanfaatan AI dalam aksi iklim global.

Saat ini, langkah konkret dari inisiatif tersebut telah dituangkan dalam Workplan for the Technology Mechanism Initiative on AI for Climate Action (2024-2027).

Beberapa poin utama dalam rencana kerja ini meliputi peningkatan kapasitas negara-negara dalam menggunakan AI untuk aksi iklim, pemberian bantuan teknis kepada negara berkembang, dan pembentukan kerangka kemitraan sektor publik dan privat. Rencana kerja ini diharapkan menjadi panduan bagi pemanfaatan AI dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara global di masa mendatang.

AI untuk aksi iklim Indonesia

Sebagai anggota UNFCCC sekaligus salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, Indonesia perlu memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung aksi-aksi iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.