Australia Ingin Bangun Misil Berpemandu Jarak Jauh

Kamis, 31 Okt 2024, 02:05 WIB

SYDNEY - Australia akan meningkatkan produksi misil berdasarkan rencana yang diungkapkan pada Rabu (30/10) oleh pejabat tinggi pertahanan, yang mengatakan bahwa peningkatan persediaan senjata akan membantu menahan agresi calon musuh.

Menteri Industri Pertahanan Pat Conroy mengatakan Australia akan membangun industri dalam negeri untuk memproduksi peluru kendali jarak jauh dan amunisi lain yang sangat dibutuhkan.

Ket. Foto: Misil Jarak Jauh l Menteri Industri Pertahanan Australia, Pat Conroy, saat berpidato di sebuah acara di Kepulauan Solomon pada Agustus 2022 lalu. Pada Rabu (30/10), Conroy membeberkan rencana Australia untuk memproduksi peluru kendali jarak jauh dengan bermitra dengan AS. — Sumber: AFP/DION ISAACSON

"Mengapa kita membutuhkan lebih banyak misil? Persaingan strategis antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, merupakan ciri utama lingkungan keamanan Australia," kata Conroy dalam sebuah pidato. "Persaingan paling ketat bahkan terjadi di kawasan kita, Indo-Pasifik," imbuh dia.

Terkait rencana ini, Australia akan bermitra dengan raksasa senjata yang berkantor pusat di AS, Lockheed Martin, untuk membuat sistem roket peluncur ganda berpemandu (GMLRS), kata Conroy.

Pengumuman Australia ini menyusul uji coba misil balistik antarbenua yang dilakukan Tiongkok baru-baru ini di Pasifik, yang merupakan uji coba pertama dalam empat dekade. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.