Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PM Ishiba Berupaya Cari Dukungan Partai Lain

📅 Rabu, 30 Okt 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Ishiba Berupaya Cari Dukungan Partai Lain Doc: AFP/Takashi Aoyama
Ket. PM Jepang, Shigeru Ishiba

TOKYO - Perdana Menteri Jepang yang kini terpuruk, Shigeru Ishiba, sedang berupaya menjajaki kemungkinan berkolaborasi dengan partai lain setelah partainya kehilangan mayoritas dalam pemilu, media lokal melaporkan Selasa (29/10).

Hasil resmi menunjukkan bahwa Partai Demokrat Liberal (LDP) yang diketuai Ishiba dan partai mitra juniornya, Komeito, menderita hasil pemilu terburuk sejak 2009 dalam pemungutan suara yang digelar Minggu (27/10) lalu.

Salah satu alasan utama kekalahan LDP adalah kemarahan pemilih atas skandal penggelapan dana partai yang turut menenggelamkan perdana menteri sebelumnya, Fumio Kishida, setelah tiga tahun menjabat.

Ishiba mengatakan pada Senin (28/10) bahwa ia tidak akan mengundurkan diri meskipun mengalami kekacauan dan mengindikasikan bahwa ia akan memimpin pemerintahan minoritas karena ia belum mempertimbangkan koalisi yang lebih luas pada saat ini.

Namun laporan media pada Selasa mengatakan LDP sedang berunding dengan partai-partai oposisi tentang pengaturan untuk memastikan Ishiba tetap dapat meloloskan undang-undang dan juga tetap menjadi perdana menteri.

Bersama dengan partai Komeito, LDP, yang telah memerintah Jepang hampir tanpa henti selama tujuh dekade, memenangkan 215 dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen.

Salah satu calon partai penentu kemenangan adalah Partai Demokratik untuk Rakyat (DPP), yang perolehan 28 kursinya akan mendorong koalisi LDP-Komeito melewati ambang batas 233 untuk memperoleh mayoritas.

Menurut surat kabar Yomiuri, PM Ishiba telah memutuskan untuk mencari koalisi sebagian dengan DPP yang berhaluan tengah, yang manifestonya mencakup subsidi untuk mengurangi tagihan energi.

"Jika ada permintaan pembicaraan antara pimpinan partai, tidak ada alasan untuk menolaknya, meskipun itu tergantung pada apa yang akan kita bahas," kata pemimpin DPP, Yuichiro Tamaki, pada Selasa. "Pembicaraan antara sekretaris jenderal partai saat ini sedang berlangsung dan ada berbagai komunikasi, tetapi saya tidak merasa ada sesuatu yang konkret sedang berlangsung," imbuh dia.

Pemungutan Suara

Yomiuri pun melaporkan bahwa PM Ishiba juga mempertimbangkan untuk meminta dukungan DPP saat parlemen memberikan suara apakah ia akan melanjutkan jabatannya sebagai perdana menteri ketika pemungutan suara digelar 11 November mendatang.

Namun juga ada kemungkinan besar yang mendekati DPP dalam upaya untuk menjadi perdana menteri adalah Yoshihiko Noda, ketua Partai Demokrat Konstitusional (CDP), yang perolehan kursinya meningkat dari 96 pada pemilihan terakhir menjadi 148.

Namun hal ini tampaknya kurang mungkin mengingat oposisi terdiri dari delapan partai yang berbeda, sementara memori tentang periode penuh gejolak pemerintahan oposisi antara tahun 2009 dan 2012 masih membekas, kata para analis.

"Kemungkinan penyerahan kekuasaan kepada oposisi bukanlah nol, tetapi ada terlalu banyak partai oposisi sehingga tidak satupun dari mereka dapat mencapai mayoritas," kata Yu Uchiyama, seorang profesor ilmu politik di Universitas Tokyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

50 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.