Bermain Tetris Dapat Membantu Atasi Trauma
📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 12:00 WIB | Oleh: Rivaldi Dani RahmadiMengapa tetris dapat mengurangi gejala trauma masih dieksplorasi, tetapi para peneliti memiliki beberapa teori.
"Menggunakan tetris sebagai intervensi tugas yang bersaing dengan citra tampaknya dengan lembut menargetkan citra orang untuk bersaing dengan ingatan yang mengganggu di area pemrosesan visuospasial otak," Emily Holmes, PhD, seorang profesor di Universitas Uppsala di Swedia yang telah meneliti Tetris sebagai pengobatan trauma yang potensial.
"Dengan kata lain, otak Anda hanya memiliki begitu banyak ruang untuk memahami citra tertentu-dan bermain game seperti Tetris dapat secara efektif menyingkirkan visual yang lebih mengganggu dari trauma," tambahnya.
Arianna Galligher, direktur Gabbe Well-Being Office dan Direktur Program Stress, Trauma, and Resilience (STAR) di The Ohio State University Wexner Medical Center mengungkapkan, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bermain tetris membantu meningkatkan aktivitas di hippocampus. Menurutnya, wilayah otak ini bertanggungjawab untuk mengkonsolidasikan informasi dan mengubahnya menjadi ingatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika seseorang terpapar trauma, terkadang proses ini terganggu, yang dapat berperan dalam adanya pikiran-pikiran yang mengganggu, kilas balik, mimpi buruk yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Intinya, karena hipokampus tidak dapat menjalankan fungsi normalnya, informasi yang berkaitan dengan trauma tidak tersimpan dengan baik sebagai memori," jelas Galligher.
"Permainan seperti tetris dapat membantu mengembalikan hippocampus kembali online setelah trauma, sehingga memperkecil kemungkinan seseorang diganggu oleh pikiran-pikiran yang mengganggu setelahnya," lanjutnya.
Meskipun beberapa penelitian menemukan hubungan antara bermain tetris dan berkurangnya rasa tertekan setelah trauma, bermain game sebagai pengobatan masih terus dieksplorasi. Dengan demikian, para ahli tidak menyarankan untuk mengganti pilihan pengobatan yang ada saat ini dengan sesi bermain tetris setelah kejadian traumatis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!