Kala Kilang Balongan Mendengar Kebutuhan Para Tuna Rungu
📅 Minggu, 20 Okt 2024, 08:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Istimewa
JAKARTA - PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Balongan bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Mutiara Hati, Indramayu, menggagas program pemberdayaan yang menyasar teman tuli. Maka, lahirlah program Perintis (Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa).
Penyandang disabilitas di Indramayu ternyata jumlahnya ribuan. Menurut data BPS, pada tahun 2022 terdapat 1.792 penyandang disabilitas dengan berbagai jenis di kabupaten di pesisir utara Jawa tersebut. Ratusan di antaranya adalah penderita tuna rungu. Sebanyak 119 orang penyandang disabilitas tersebut tergabung dalam komunitas Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin).
Gerkatin kerap melakukan advokasi agar disabilitas mendapatkan hak dan akses yang sama seperti warga negara lain terhadap infrastruktur, lapangan pekerjaan, atau media informasi yang ramah dengan kelompok tuna rungu wicara.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT KPI Unit Balongan bekerja sama dengan SLBN Mutiara Hati, Indramayu, menggagas program pemberdayaan yang menyasar teman tuli, yakni program Perintis (Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa).
"Kerjasama dengan SLBN Mutiara Hati dilakukan karena adanya permasalahan dan potensi pengembangan teman tuli karena sekolah tersebut memiliki program vokasional dengan meningkatkan kemampuan motorik dan peningkatan skill untuk mempersiapkan masuk ke dunia kerja setelah lulus," kata Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI Unit Balongan Mohamad Zulkifli, baru-baru ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program Perintis dimulai dua tahun lalu dengan menyasar para penyandang disabilitas atau teman istimewa yang mengangkat isu-isu disabilitas terkait kesetaraan, keterbatasan akses lapangan kerja dan ruang pemberdayaan yang inklusif.
Program kegiatan dimulai dari peningkatan kapasitas teman tuli melalui sistem pembelajaran vokasi di SLB, Pelatihan Barista Kopi, Program Magang Barista, kemudian menginisiasi kafe "Kopi Teman Istimewa", penciptaan ruang inklusi, hingga workshop inklusif yang melibatkan masyarakat sekitar. Kafe itu memberdayakan 8 orang teman tuli sebagai barista kopi. Kedai Kopi dipilih karena kopi merupakan ruang publik yang menjadi titik temu bagi berbagai lapisan masyarakat dan berbagai jenis pekerjaan.
Kilang Balongan pun berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan selain SLBN Mutiara Hati seperti Mr. Ino Coffee, dan UMKM "Kopi Seduh". Para penyandang disabilitas dirangkul untuk mandiri melalui potensi UMKM. "Tim Manajemen PT KPI Unit Balongan berkomitmen untuk selalu menggunakan produk kopi dari Kopi Teman Istimewa sebagai sajian pada saat rapat dan juga hampers pada saat hari besar," tutur General Manager PT KPI Unit Balongan Sugeng.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini, Kopi Teman Istimewa sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya wilayah Kabupaten Indramayu saja melainkan wilayah Cirebon, Majalengka, Kuningan, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tempat ngopi ini kini tidak hanya sebatas menjual kopi kepada masyarakat tetapi juga berhasil memperkenalkan bahasa isyarat dan menciptakan ruang kreatif bagi berbagai kelompok masyarakat.
Teman istimewa menjadi wadah kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas, media edukasi, dan kemitraan dengan UMKM sekitar sekaligus menjadi ruang edukasi dan inklusi bagi penyandang disabilitas dan masyarakat umum, kami menyebutnya konsep Collaboration Hub.
Pada Oktober 2023, Kopi Teman Istimewa menjadi ruang inklusi, kampung ramah disabilitas pertama, dan media pengenalan ejaan huruf BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) di Kabupaten Indramayu. Alhasil, kafe ini menjadi tempat berkumpulnya kelompok tuli dan disabilitas lain dari wilayah Kota/Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan lain-lain.
Penggunaan bahasa isyarat oleh anak-anak, remaja dan dewasa sudah mulai menjadi hal yang biasa di desa sekitar operasional Kopi Teman Istimewa. Selain itu, para barista tuli yang telah berhasil menularkan ilmunya untuk mengajarkan cara membuat kopi kepada 103 teman penyandang disabilitas di SLBN Mutiara Hati dan SLBN Pahlawan.
"Saya senang bisa menjadi barista tuli pertama di Indramayu. Selain mendapatkan penghasilan untuk menunjang kebutuhan kelompok disabilitas, eksistensi kelompok disabilitas kini juga sudah diakui oleh masyarakat, terbukti dari jumlah pengunjung yang ramai setiap harinya sehingga semakin banyak dan kini kami sudah dilibatkan dalam kegiatan masyarakat seperti pengajian," ungkap Saep, Barista Tuli Kopi Teman Istimewa.
Program Perintis juga berinovasi menciptakan DEALS (Deaf Emergency Alert System) untuk barista tuli sebagai bentuk early warning system terhadap potensi kebakaran yang terjadi di kafe dan dapat memudahkan dalam memulai komunikasi antara konsumen dan barista tuli. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Kopi Teman Istimewa memiliki program penukaran botol plastik bekas seberat 2 kilogram dengan segelas kopi. Sampah plastik yang terkumpul akan diolah oleh kelompok disabilitas menjadi thropy/plakat, furnitur dan kerajinan tangan yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!