Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wujudkan Generasi Cerdas, Dokter Ingatkan Pentingnya Kawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wujudkan Generasi Cerdas, Dokter Ingatkan Pentingnya Kawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Paparan yang disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Hari Wahyu Nugroho dalam webinar bertajuk "Mengurai Kebijakan Pembangunan (Pembiayaan) Kesehatan Inklusi Bagi Anak dengan Penyandang Disabilitas", di Jakarta, Jumat (18/10/2024).

Jakarta - Dokter Spesialis Anak Hari Wahyu Nugroho menekankan pentingnya memantau 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak dengan baik dan benar sehingga tumbuh kembangnya terjamin untuk bisa optimal.

"Pemantauan terhadap tumbuh kembang seorang anak selama 1.000 hari pertama kehidupan dengan baik dan benar sehingga tumbuh kembangnya terjamin untuk bisa optimal sampai dengan usia 18 tahun," kata dia dalamwebinarbertajuk "Mengurai Kebijakan Pembangunan (Pembiayaan) Kesehatan Inklusi Bagi Anak dengan Penyandang Disabilitas", di Jakarta, Jumat.

Menurut Hari Wahyu Nugroho, seribu hari pertama kehidupan adalah salah satu periode yang paling penting bagi seorang manusia.

"Karena apa yang terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan akan mempengaruhi sampai dengan anak tersebut dewasa," kata Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta itu.

Pihaknya mencontohkan anak yang lahirnya prematur ataupun berat badan lahir rendah (BBLR) lebih berisiko terkena penyakit di usia dewasa.

"Bila anak lahirnya prematur, BBLR, maka kemudian di usia dewasa, dekade ke-4, ke-5, risiko untuk terjadi hipertensi, diabetes melitus, stroke, menjadi lebih tinggi dibandingkan anak yang lahir normal," kata Hari.

Dalam kasus anak yang mengalamistunting, bila tidak dikoreksi dalam 1.000 hari pertama kehidupan, maka setelah periode tersebut terlewati, akan sulit mengkoreksinya.

"Setelah dua tahun,stuntingsudah sangat sulit dikoreksi, hampir tidak bisa. Kita hanya menekan terjadinya komorbid ataupun komplikasi dari stunting," kata Wakil Ketua IDAI Jawa Tengah ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.