Jepang Berencana Beralih dari Diesel ke Biofuel untuk Pangkas CO2 dari Kereta
📅 Jumat, 18 Okt 2024, 19:31 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
TOKYO - Kementerian Transportasi Jepang berencana menerapkan kebijakan untuk mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh kereta dengan beralih dari bahan bakar solar ke biofuel, secepatnya tahun fiskal 2025 yang dimulai April mendatang.
Dalam rapat pejabat bisnis perkeretaapian pada Kamis (17/10), Kementerian Transportasi menjelaskan kebijakannya untuk beralih secara bertahap dari bahan bakar solar ke bahan bakar bio yang terbuat dari euglena dan minyak goreng bekas.
Operator-operator besar Jepang telah mengembangkan kereta yang menggunakan sel bahan bakar hidrogen. Namun, pihak operator menghadapi tantangan berupa tingginya biaya dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk penggunaan komersial.
"Dibandingkan sel bahan bakar hidrogen, biofuel dapat langsung digunakan di semua kereta yang telah ada, tanpa modifikasi besar pada peralatan," lapor kantor berita NHK, Jumat (18/10).
Sejak September, pemerintah telah melakukan uji coba kereta komersial menggunakan biofuel di Jalur Gantoku milik Perusahaan Kereta Jepang Barat (JR West) di Prefektur Yamaguchi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian berencana membagikan hasil uji coba tersebut dengan perusahaan kereta. Kementerian juga menargetkan untuk mempelajari cara menyederhanakan prosedur bagi operator kereta untuk memperkenalkan penggunaan biofuel. NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!