Saatnya Indonesia Kembangkan Ekonomi Sesuai Potensi yang Dimiliki
📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, Manajer Kampanye Hutan dan Kebun WALHI, Ully Artha Siagian, seperti dikutip dari Antara menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, ekonomi, dan lingkungan.
Untuk membangun ekonomi restoratif dan ekonomi Nusantara yang berkelanjutan, Ully menekankan perlunya mengkritisi model ekonomi ekstraktif dan kapitalistik yang berlaku saat ini.
Berdasarkan riset WALHI tahun 2019-2020, ekonomi masyarakat tetap kuat ketika lingkungannya terjaga, termasuk di kawasan gambut, dataran tinggi, dan pesisir.
Pertanian dan Kelautan
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dian Anita Nuswantara, mengatakan pembangunan ekonomi Indonesia memang perlu kembali ke akarnya yaitu potensi asli sumber daya alam yang melimpah, terutama pertanian dan kelautan.
"Seharusnya model pengembangan ekonomi kita digarap sesuai potensi asli yang kita miliki, dengan sumber daya alam, tanah yang subur, dan potensi kelautan yang hampir tiada habisnya, terutama kita fokus ke sumber-sumber yang bisa diperbarui seperti pertanian dan perikanan," kata Dian.
Jika dikelola secara benar dan mengedepankan model berkelanjutan, niscaya akan berhasil, bukan hanya untuk kebutuhan sendiri, bahkan juga ekspor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apalagi masyarakat sudah menjalankan pertanian dan perikanan berabad-abad, tinggal dimodernisasi dengan sentuhan teknologi.
Meskipun sektor pertambangan menggiurkan, tapi suatu saat pasti akan habis, lebih baik mulai konsentrasi kembali ke sektor pertanian dan perikanan.
Pemerintah harus punya good will dan political will ke sana, karena kalau hanya imbauan rasanya akan sulit.
Pertambangan, jelasnya, tetap dieksplorasi, tapi harus punya nilai tambah, itu baru restoratif.
"Sektor energi sebetulnya dengan tren energi bersih kita harus sadar bahwa kita ini kaya.
Jadi, sebetulnya banyak yang bisa menjadi backbone ekonomi kita, asal mau serius," tutur Dian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!