Saatnya Indonesia Kembangkan Ekonomi Sesuai Potensi yang Dimiliki
📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Indonesia sudah saatnya menerapkan ekonomi yang restoratif, sebagai upaya memberikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan lingkungan.
Sudah saatnya Indonesia menemukan kekuatannya sendiri, tanpa mengikuti model ekonomi mainstream.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudistira, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/10), mengatakan model ekonomi Indonesia yang terbukti berhasil tahan terhadap krisis, seperti krisis moneter 1998 dan pandemi Covid-19, adalah ekonomi yang tumbuh dari masyarakat lokal dan ditopang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wujud ekonomi itu tidak hanya memeratakan kesejahteraan, tapi juga memulihkan alam karena menghindar dari upaya-upaya ekstraksi besar- besaran seperti penambangan.
Sistem ekonomi restoratif dalam studi Celios didefinisikan sebagai model ekonomi yang bertujuan memulihkan ekosistem yang terdegradasi untuk mendapatkan kembali fungsi ekologis dan menyediakan barang serta jasa yang bernilai bagi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau pemerintah tidak akui ini model ekonomi yang Indonesia banget dan proven, inilah kerugian kita," tegasnya.
Bhima pun mempertanyakan model ekonomi ekstraktif yang dianggap solutif oleh sebagian pihak.
Hasil penelitian Celios juga menunjukkan kalau desa yang memiliki basis pendapatan ekstraktif dari penambangan, cenderung susah mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih parah lagi, kebergantungan pada komoditas seperti nikel dan batu bara, yang harganya fluktuatif dan cenderung terus menurun, membuat ekonomi Indonesia rentan dikendalikan oleh eksternal.
Ekonomi ekstraktif, paparnya, tidak hanya destruktif, tetapi juga merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Pengamat ekonomi, Harryadin Mahardika, mengakui kalau Indonesia dilematis dalam memilih model ekonomi.
Indonesia ingin industrialisasi, tetapi kenyataannya tidak mudah karena sudah tertinggal dari efisiensi industri Tiongkok, India, atau Vietnam.
Sebab itu, Indonesia saat ini tampak mengejar kekayaan dengan strategi ekstraksi sumber daya dan hilirisasi.
Langkah itu sangat pragmatis, tapi realistis dari pemerintahan Joko Widodo yang segera berlalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!