Daerah Lain Perlu Meniru Ini, DPRD Kediri Lestarikan Sejarah dengan Pagelaran Wayang Kulit
Minggu, 06 Okt 2024, 02:00 WIBKediri - Anggota DPRD Kota Kediri Choirudin Mustofa ?????menekankan tentang pentingnya melestarikan sejarah yang dikemas dengan pagelaran wayang kulit di Lapangan Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.
"Sekarang ini media massa dipenuhi hal-hal yang bisa dikatakan melunturkan budaya. Kami berupaya menampilkan ke masyarakat agar tidak lupa dengan budaya, ciri khas kita, dengan wayang kulit," kata Choirudin Mustofa di Kediri, Sabtu malam.
Ia mengatakan tentang pentingnya melestarikan sejarah, apalagi wayang juga telah ditetapkan oleh UNESCO sejak 7 November 2003 sebagaiMasterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanityatau karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga.
Penetapan wayang tersebut kembali masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO per tanggal 4 November 2008 di Istanbul Turki.
Menurut dia, banyak sekali filosofi yang bisa diambil dari cerita wayang. Banyak hal positif yang bisa dipelajari dari kisah-kisah yang disajikan dalam lakon wayang yang dipentaskan.
Ia berharap, masyarakat terlebih lagi generasi muda untuk mau melestarikan wayang sebagai peninggalan sejarah bangsa. Terlebih lagi, mereka yang generasi muda dari yakni Gen Z (generasi yang lahir antara tahun 1997 dan 2012) juga harus memahami tentang wayang.
"Wayang itu bukan hanya di kalangan tua, tapi generasi muda juga perlu tahu dan ditunjukkan tentang budaya Jawa. Ini agar tidak hilang, tidak lupa sejarah. Bahwa, wayang adalah budaya yang harus dirawat," kata dia.
Pihaknya menilai masyarakat juga masih sangat antusias dengan pagelaran wayang. Terbukti, mereka sangat bersemangat untuk hadir menonton pagelaran wayang yang digelar di Lapangan Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri tersebut.
Menurut dia, bukan hanya masyarakat yang antusias namun dengan kegiatan seperti ini roda perekonomian masyarakat juga semakin bergerak.
"Kegiatan ini tentunya juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Ada ratusan pedagang yang berjualan," kata dia.
Dalam pentas wayang tersebut menampilkan dalang Ki Minto Darsono dari Tulungagung dengan lakon Wahyu Pamomong. Kegiatan itu juga menghadirkan beberapa artis lokal. Kegiatan ini digelar semalam suntuk di lapangan tersebut.
Salah seorang pengunjung, Oby mengaku senang bisa menghabiskan akhir pekan dengan menonton wayang. Ia datang bersama teman-temannya ke tempat ini.
"Senang bisa datang menonton wayang ini. Selain bisa tahu pagelaran wayangnya, juga bisa membeli beragam camilan. Jadi, sambil menonton juga bisa makan-makan," kata Oby.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Waspada! Bengkel Ilegal di Tiongkok Daur Ulang 75 Persen Baterai EV Bekas
-
Maybank Indonesia Dorong Ekosistem Halal Terintegrasi Lewat Solusi Keuangan Syariah
-
Sering Olahraga? Waspadai Cedera Tendon Achilles Berupa Nyeri di Tumit Belakang
-
Transformasi Pekerja Jadi Pengusaha: FLEI Business Show 2026 Hadirkan 400 Brand Peluang Usaha
-
Pemkot Surabaya Hentikan Layanan Kependudukan bagi Ayah yang Terlantarkan Anak dan Hak Mantan Istri
-
Mengenang 100 Jam Penataran P4 Pancasila
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Prabowo: Ini Pertama Kali dalam Sejarah Bangsa Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.