Harga Minyak Naik Tipis Karena Konflik di Timur Tengah
Jumat, 04 Okt 2024, 14:50 WIBSINGAPURA - Harga minyak naik tipis pada jam-jam awal perdagangan Asia pada hari Jumat (4/10), mempertahankan kenaikan mingguan yang kuat, karena investor mempertimbangkan konflik Timur Tengah dan potensi gangguan dalam arus minyak mentah terhadap pasar global yang pasokannya melimpah.
Harga minyak mentah Brent naik 9 sen, atau 0,12 persen, menjadi $77,71 per barel pada pukul 00.10 GMT (pukul 07.10 WIB). Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 8 sen, atau 0,11 persen, menjadi $73,79 per barel.
Kedua acuan berada pada jalur untuk keuntungan mingguan sekitar 8 persen.
Presiden Joe Biden mengatakan pada hari Kamis, AS sedang membahas serangan terhadap fasilitas minyak Iran sebagai balasan atas serangan rudal Teheran terhadap Israel. Komentar tersebut berkontribusi pada kenaikan harga minyak sebesar 5 persen.
Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan di Timur Tengah, yang mencakup sekitar sepertiga pasokan global, kata analis ANZ Daniel Hynes.
"Pergerakan ini diperburuk oleh investor yang pesimistis yang membatalkan taruhan mereka pada harga yang lebih rendah. Pergerakan ini dapat diperpanjang jika investor mulai membangun posisi optimistis dalam minyak," kata Hynes.
Namun, kekhawatiran pasokan telah diredakan oleh kapasitas produksi cadangan OPEC dan fakta bahwa pasokan minyak mentah global belum terganggu oleh kerusuhan Timur Tengah.
Pemerintah Libya yang berpusat di timur dan Perusahaan Minyak Nasional yang berpusat di Tripoli pada hari Kamis pembukaan kembali semua ladang minyak dan terminal ekspor setelah perselisihan mengenai kepemimpinan bank sentral terselesaikan, mengakhiri krisis yang telah sangat mengurangi produksi minyak.
Iran dan Libya sama-sama merupakan anggota OPEC. Iran, yang beroperasi di bawah sanksi AS, memproduksi sekitar 4,0 juta barel bahan bakar per hari pada tahun 2023, sementara Libya memproduksi sekitar 1,3 juta barel per hari tahun lalu, menurut data dari Badan Informasi Energi AS.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Dinsos Sigi Siapkan Dapur Umum di Desa Kamarora Nokilalaki Pascagempa
-
Penelitian IPB: Program Cetak Sawah Rakyat di Papua Berhasil Lewat Partisipasi Warga
-
Aturan Perlindungan UMKM Terbit, Ekosistem Marketplace Dipaksa Lebih Adil
-
Harga Minyak Mentah Turun Karena Optimisme Perundingan Damai AS-Iran
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Harga Minyak Dunia Anjlok, Jeda Ketegangan AS-Iran Picu Harapan Baru di Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.