Claudia Sheinbaum Jadi Presiden Wanita Pertama Meksiko
📅 Selasa, 01 Okt 2024, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: RFI
MEXICO CITY - Hampir empat bulan setelah kemenangan telaknya dalam pemilu, Claudia Sheinbaum akan dilantik hari Selasa (1/10) sebagai presiden Meksiko, menjadi pemimpin wanita pertama di saat negara Amerika Latin itu dilanda kekerasan kriminal.
Mantan walikota Mexico City berusia 62 tahun dan tokoh penting partai yang berkuasa akan dilantik di hadapan pejabat tinggi asing termasuk Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva dan Ibu Negara AS Jill Biden.
"Sudah saatnya bagi perempuan dan transformasi," kata Sheinbaum dalam beberapa kesempatan, di negara dengan sejarah diskriminasi dan kekerasan berbasis gender, dengan sekitar 10 perempuan atau anak perempuan dibunuh setiap hari.
Namun, memiliki seorang presiden perempuan tidak menjamin fokus yang lebih besar pada hak-hak perempuan, kata Maria Fernanda Bozmoski, wakil direktur Pusat Amerika Latin Adrienne Arsht di lembaga pemikir berbasis di AS, Atlantic Council.
"Ketika kita memikirkan pemimpin perempuan lain di kawasan ini, hal itu belum tentu berarti isu perempuan menjadi prioritas," katanya kepada AFP, seraya mencatat bahwa Sheinbaum juga menghadapi isu mendesak lainnya seperti keamanan, energi, dan kebijakan luar negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sheinbaum akan mengambil sumpah jabatan di Kongres -- secara resmi menjadi pemimpin negara berbahasa Spanyol terpadat di dunia, rumah bagi 129 juta orang -- sebelum perayaan di alun-alun utama Mexico City.
Salah satu tokoh penting, Raja Spanyol Felipe VI, tidak diundang karena Sheinbaum menuduhnya gagal mengakui kerugian yang disebabkan oleh penjajahan.
Sebagai tanggapan, Spanyol mengumumkan akan memboikot pelantikan tersebut, meskipun memiliki hubungan ekonomi dan sejarah yang kuat dengan Meksiko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendahulu Populer Pensiun
Sheinbaum meraih kemenangan pada bulan Juni dengan janji untuk melanjutkan agenda reformasi sayap kiri dari pemimpin yang akan lengser Andres Manuel Lopez Obrador, sekutu dekatnya.
Lopez Obrador meninggalkan istana kepresidenan setelah enam tahun karena batasan masa jabatan tunggal negara itu, meskipun tingkat persetujuannya sekitar 70 persen, sebagian besar berkat kebijakannya yang bertujuan membantu warga Meksiko yang lebih miskin.
Ia mewariskan kepada Sheinbaum kepemimpinan sebuah negara dimana pembunuhan dan penculikan terjadi setiap hari dan kartel narkoba menguasai sebagian besar wilayah.
Meningkatnya kekerasan kriminal, sebagian besar terkait dengan perdagangan narkoba dan geng, telah menyebabkan lebih dari 450.000 orang terbunuh di sini sejak tahun 2006.
Sheinbaum berjanji untuk tetap berpegang pada strategi kontroversial presiden lengser "pelukan bukan peluru" dalam menggunakan kebijakan sosial untuk mengatasi kejahatan pada akar-akarnya, para ahli memperkirakan adanya beberapa perubahan dalam pendekatannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!