Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Si ALaDin Angkat Potensi Permukaan Air Laut Dingin untuk Wisata

📅 Senin, 30 Sep 2024, 23:24 WIB | Oleh:
Si ALaDin Angkat Potensi Permukaan Air Laut Dingin untuk Wisata Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
Ket. Foto tangkapan layar Inovator Penerima Program Dana Padanan Akademik dari Universitas Diponegoro (Undip), Anindya Wirasatriya.

JAKARTA - Inovator Penerima Program Dana Padanan Akademik dari Universitas Diponegoro (Undip), Anindya Wirasatriya, membuat Sistem Monitoring IoT dan Peramalan Air Laut Dingin (Si ALaDin) untuk mengangkat potensi permukaan air laut untuk wisata. Si ALaDin dikembangkan untuk memanfaatkan fenomena air laut dingin yang unik di Kabupaten Alor.

"Kami menemukan di Alor itu ada fenomena unik ternyata di sana permukaan lautnya itu suhunya itu bisa turun sampai kira-kira 15 derajat Celcius atau bahkan kurang. Nah, dari sisi scientific ini tinggi sekali penelitian ini karena satu-satunya di dunia," ujar Anindya, dalam SMB: Akselerasi Riset dan Inovasi Kampus dengan Dana Padanan-Kedaireka, yang diakses Senin (30/9).

Dia mengaku, saat itu pihaknya belum terpikir manfaat dari penelitian atas fenomena tersebut. Hingga akhirnya muncul sebuah ide untuk membuat destinasi wisata dari fenomena tersebut.

Anindya menerangkan, ketika fenomena tersebut terjadi, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk mengambil ikan dengan mudah karena ikan dalam kondisi pingsan akibat perubahan suhu. Di sisi lain, lumba-lumba kerap mendekat ke lokasi untuk mencari makan dan menurutnya hal tersebut bisa menjadi potensi wisata.

"Masalahnya sekarang ini mereka belum bisa memanfaatkan Kenapa karena terjadinya ini singkat dan waktunya tidak dapat diprediksi saat sebelumnya," terangnya.

Dia menerangkan, dalam Program Dana Padanan-Kedaireka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pihaknya menggandeng Dinas Pariwisata Kabupaten Alor untuk pemanfaatan fenomena permukaan air laut dingin tersebut. Dengan adanya Si ALaDin memungkinkan untuk monitoring suhu air laut secara real time.

"Jadi bisa dipantau suhunya dan sebagainya termasuk meramalkan kejadian Alor. Sehingga nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Alor dan sekitarnya kira-kira gitu," jelasnya.

Anindya mengungkapkan, selain jarak, salah satu tantangan terbesar dalam penelitian adalah kondisi alam mengingat laut di Alor memiliki arus yang deras. Pihaknya memiliki tiga sistem Si ALaDin yaitu dengan dilepas di laut, ditempatkan di dermaga, dan di ujung selat.

"Jadi yang dilepas di laut itu hanyut. Dua kami pasang satu hanyut hilang satu hanyut masih bisa kami bawa tarik balik tapi ya rusak juga akhirnya gitu. Jadi sekarang yang bertahan cuma satu sistem yang di dermaga itu sampai sekarang masih berfungsi jadi masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ungkapnya.

Dia mengapresiasi adanya dukungan dari Program Dana Padanan-Kedaireka atas penelitian tersebut. Meski demikian, dia berharap mendapat dukungan pemerintah bisa memperhatikan lebih jauh fenomena alam di Alor tersebut sehingga bisa berpotensi untuk wisata.

"Semoga ini mungkin melalui Kedaireka lagi gitu saya bisa mengangkat Alor untuk bisa menjadi destinasi wisata super prioritas yang keenam gitu mengingat fenomena lautnya yang unik," tuturnya.

Evaluasi Pendanaan

Terkait Program Dana Padanan-Kedaireka, Anindya mengapresiasi adanya rencana perubahan basis pendanaan dengan memperhatikan output atau luaran penelitian. Menurutnya, hal-hal administratif dalam keuangan memang menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti.

"Jadi yang ditagih output-nya gitu ya itu menurut saya lebih menarik untuk para peneliti ke depannya," ucapnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Tjitjik Srie Tjahjandarie, menerangkan, Program Dana Padanan-Kedaireka telah mampu menjadi daya ungkit kolaborasi riset perguruan tinggi dengan industri. Hal tersebut terlihat dari peningkatan Global Innovation Index Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.