Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Foodpreneur Pangan Lokal Wujud Nyata Tranformasi Transmigrasi

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Sekolah Foodpreneur Pangan Lokal Wujud Nyata Tranformasi Transmigrasi Doc: ANTARA/HO - Kementerian Transmigrasi
Ket. Sekolah Foodpreneur Pangan Lokal yang digagas oleh Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya (TEP UB) memberikan pendampingan kepada istri petani untuk merintis usaha pangan.

JAKARTA -- Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengungkapkan Sekolah Foodpreneur Pangan Lokal yang digagas oleh Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya (TEP UB) dan memberikan pendampingan kepada istri petani untuk merintis usaha pangan, sejalan dengan transformasi transmigrasi.

Pengembangan usaha pangan lokal tersebut sejalan dengan pesan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara agar pembangunan kawasan transmigrasi menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Transformasi transmigrasi hari ini bukan sekadar memindahkan penduduk, melainkan bagaimana memastikan kesejahteraan tumbuh di kawasan tersebut,” ujar Iftitah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Cabai dan tomat yang selama ini dijual segar, serta jantung pisang yang jarang dimanfaatkan, menjadi bahan bagi 50 istri petani di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun, Papua Barat Daya, untuk merintis usaha pangan olahan.

Melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya (TEP UB), mereka belajar menghasilkan produk bernilai tambah dengan sasaran pemasaran ke swalayan lokal hingga pusat oleh-oleh di Raja Ampat.

Pendampingan berlangsung melalui Sekolah Foodpreneur Pangan Lokal yang digagas TEP 19 UB di Kampung Wariyau, Distrik Klamono, dan Kampung Malasigit, Distrik Malabotom.

Sejak September 2026, para peserta yang terbagi dalam 10 kelompok mendapat pembekalan untuk mengembangkan lima produk utama: sambal bawang, sambal kepiting, saus tomat, cabai tabur daun jeruk dan abon jantung pisang.

Anggota TEP UB Dina Aqilla mengatakan program ini berangkat dari keluhan petani mengenai rendahnya harga jual hasil kebun. Penjualan dalam bentuk segar membatasi nilai tambah yang diperoleh keluarga petani, sementara potensi usaha pengolahan pangan belum banyak dikembangkan.

“Berdasarkan survei langsung di lapangan banyak petani yang mengeluhkan harga ekonomi tanamannya rendah,” ujar Dina Aqilla.

Untuk menjawab persoalan tersebut, lanjutnya, tim menggabungkan pembelajaran materi, pelatihan memasak dari rumah ke rumah, dan upaya perbaikan rantai distribusi. Pendampingan diarahkan agar peserta memahami proses usaha sejak pemilihan bahan hingga pemasaran.

“Ke depan kami menargetkan bisa memasok ke swalayan lokal dan pusat oleh-oleh di destinasi wisata seperti Raja Ampat,” kata Dina.

Menurut Dina, dengan modul, silabus dan standar operasional prosedur yang disusun tim, peserta mempelajari pemilihan bahan baku, kebersihan dan keamanan pangan, teknik pengolahan, pengemasan, serta dasar-dasar pemasaran.

Tim juga mendampingi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan pangan industri rumah tangga.

Bagi peserta, pelatihan ini membuka harapan untuk membangun usaha dari hasil kebun di sekitar mereka. Melalui Sekolah Foodpreneur, potensi hasil kebun di Klamono-Segun mulai dihubungkan dengan keterampilan pengolahan dan peluang pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

MALIQ & D’Essentials Rilis Single “Arah Labuh”

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
MALIQ & D’Essentials Rili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.